Ada Sejumlah Pajak dinilai Memberatkan Dunia Pendidikan

- Rabu, 1 Desember 2021 | 11:04 WIB
Ketua Umum Aliansi Penyelenggara Perguruan Tinggi (APPERTI), Jurnalis Uddin dalam dialog “PTS Jadi Objek Pajak, Tepat atau Perlu Revisi?” yang diselenggarakan Universitas YARSI secara virtual di Jakarta, Selasa, 30 November 2021 (Suaramerdeka/Prajtna Lydiasari
Ketua Umum Aliansi Penyelenggara Perguruan Tinggi (APPERTI), Jurnalis Uddin dalam dialog “PTS Jadi Objek Pajak, Tepat atau Perlu Revisi?” yang diselenggarakan Universitas YARSI secara virtual di Jakarta, Selasa, 30 November 2021 (Suaramerdeka/Prajtna Lydiasari

JAKARTAsuaramerdeka-jakarta.com - Sebelum Covid-19, kondisi perguruan tinggi swasta (PTS) sebagai bagian kelompok jasa penyelenggara pendidikan akademi sudah mengalami kesusahan dalam keuangan.

Kini, pandemi Covid-19 masih menempel di Indonesia, entah kapan berakhir, menjadikan keuangan PTS babak belur.

Bagi badan penyelenggara PTS umumnya berbentuk yayasan, beban pajak harus ditanggung sebelum Covid-19 sudah memberatkan.

Baca Juga: RRI Anugerahi Tokoh Pahlawan Inspiratif dari Beragam Latar Belakang

Ketua Umum Aliansi Penyelenggara Perguruan Tinggi (APPERTI), Jurnalis Uddin mengatakan bahwa memang ada sejumlah pajak yang dinilai memberatkan dunia pendidikan.

"Seperti pajak untuk pembelian alat kesehatan yang digunakan untuk penelitian. Selain itu, juga pajak bumi dan bangunan (PBB) di mana nilai jual objek pajak (NJOP) terus mengalami kenaikan setiap tahunnya," katanya dalam dialog “PTS Jadi Objek Pajak, Tepat atau Perlu Revisi?” yang diselenggarakan Universitas YARSI secara virtual di Jakarta, Selasa, 30 November 2021.

Jurnalis menyampaikan bahwa sisa lebih yang tidak dimanfaatkan selama empat tahun dan berlaku progresif. Di satu sisi, pihak yayasan sebagai pengelola PTS kesulitan menggunakan sisa lebih.

"Karena membutuhkan waktu untuk menabung, misalnya untuk pembangunan gedung maupun perluasan lahan," ujarnya.

Baca Juga: Lagi Viral di TikTok, Ini Lirik Lagu Dende Reo reo Asal Flores Timur

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pencapresan KIB Pengaruhi Peta Politik Nasional

Rabu, 7 Desember 2022 | 20:33 WIB

Bank Hana Bantu Korban Gempa Cianjur

Rabu, 7 Desember 2022 | 19:00 WIB
X