Musica Studios dkk Seperti Perompak Menjerit Dirampok

- Jumat, 3 Desember 2021 | 18:50 WIB
Komposer dan aranger senior Djanuar Ishak (Bb)
Komposer dan aranger senior Djanuar Ishak (Bb)

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com,- Komposer dan aranger senior Djanuar Ishak menuding langkah Musica Studio dkk yang mengajukan gugatan hukum ke Mahkamah Konstitusi (MK) demi mendapatkan master pencipta lagu tak lebih dari perompak menjerit dirampok. Karena yang sebenarnya merampok hak pencipta lagu atau musik, dari musisi dan pencipta lagu adalah pihak label. Seperti label Musica Studios dkk, tapi mereka, para label yang justru teriak seolah-olah dirampok. Dan yang seakan-akan merampok label adalah pencipta lagu atau musisi.

"Mereka tak ubahnya perompak menjerit dirampok. Padahal mereka yang merampok para pencipta lagu. Harus kita lawan, kita challenge sebisanya," kata Djanuar Ishak dalam daring antara Federasi Serikat Musik Indonesia (FESMI) dan Komunitas Pewarta Hiburan Indonesia (Kophi) di Jakarta, Jumat (3/12/2021) sore.

Sebagaimana kita ketahui bersama, baru-baru ini, PT. Musica Studios mengajukan gugatan UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta ke Mahkamah Konstitusi (MK). Dengan tuntutan agar royalti produser dinaikkan dari 50 tahun menjadi 70 tahun.

Baca Juga: Program PEN-Subsektor Film Dinilai Ada Unsur Kolusi dan Permufakatan Jahat

Atau dalam bahasa Candra Darusman,  Ketua FESMI, Musica Studios dkk menginginkan penghilangan pasal 18 dan 30, untuk diganti menjadi Kesepakatan Industri. Turunannya hak kepemilikan master lagu, yang tadinya hanya selama 25 tahun milik label, setelah itu akan kembali menjadi milik musisi, akan bertambah menjadi 70 tahun, setelah itu, menjadi milik umum, dan bukan hak cipta lagi.

Candra Darusman menambahkan, persoalan gugatan Musica Studios dkk untuk menghilangkan pasal 18 dan 30 UU Hak Cipta, "Seperti orang yang mukul perut kita, sampai ulu hati kita sakit, tapi setelah itu menawarkan kesepakatan," kata Candra Darusman sembari menyebut pasal 18 tentang Pencipta, dan pasal 30 tentang /Pelaku atau Penyanyi.

Oleh karena itu, Candra Darusman, bersama sejumlah institusi musik Indonesia lainnya, seperti Persatuan Artis Penyanyi, Pemusik dan Pencipta Lagu RI (PAPPRI) dan lainnya, akan melakukan perlawanan, secara litigasi maupun non litigasi.

Baca Juga: TPF PEN Sub Sektor Film Akan Membuka Hotline, dan Bekerja Secara Profesional.

"Langkah pertama yang kita ambil, pertama kita akan memberikan pencerahan tentang permasalahan ini kepada anggota kita, supaya satu persepsi. Kedua, menggaungkan aspirasi kami agar diangkat dengan volume sekeras-kerasnya. Dan ketiga, kami telah menyiapkan amunisi, untuk kemudian kita serahkan kepada ahlinya, untuk menyusun perlawanan hukum," kata Candra Darusman.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bandara Halim Ditutup Sementara Untuk Renovasi

Selasa, 25 Januari 2022 | 16:31 WIB

Pemerintah Akan Bentuk Tim Juru Bicara

Selasa, 25 Januari 2022 | 14:08 WIB

TheFoodHall Terus Berbagi Kepada Anak Panti

Selasa, 25 Januari 2022 | 09:26 WIB
X