Sido Muncul Raih Penghargaan Dari Kemenperin

- Jumat, 3 Desember 2021 | 20:10 WIB
Penghargaan Industri Hijau ini menjadi salah satu target Sido Muncul di bidang lingkungan hidup (Istimewa)
Penghargaan Industri Hijau ini menjadi salah satu target Sido Muncul di bidang lingkungan hidup (Istimewa)

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com,-
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul TBK kembali mendapatkan penghargaan Industri Hijau Level 5 dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) atas keberhasilannya menerapkan prinsip Industri Hijau.

Penghargaan diberikan karena Sido Muncul dinilai telah berhasil menjalankan prinsip keberlanjutan, termasuk pengaplikasian teknologi ramah lingkungan, pada proses bisnis dan rantai pasok usahanya.

General Manager Lingkungan Sido Muncul Hadi Hartojo mengatakan penghargaan Industri Hijau ini sudah diterima sebanyak empat kali berturut-turut dan mendapatkan predikat tertinggi, yaitu Level 5.

Baca Juga: Musica Studios dkk Seperti Perompak Menjerit Dirampok

“Penghargaan ini telah diterima sejak 2017, 2018, 2019, dan 2021. Tahun lalu tidak diadakan karena pandemi Covid-19. Untuk penilaiannya, terhadap tiga aspek, yaitu aspek teknis, produksi, dan managemen. Dari ketiga aspek ini, Sido Muncul mendapatkan nilai di atas 92,” kata Hadi Hartojo di kantor Sido Muncul, Jakarta, baru-baru ini.

Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat mengaku penghargaan Industri Hijau ini menjadi salah satu target Sido Muncul di bidang lingkungan hidup. Menurutnya, memelihara lingkungan dan bisnisnya adalah dua hal yang sama penting.

Ia sendiri mengakui bahwa penerapan prinsip keberlanjutan pada industri jamu memiliki tantangan dan lebih sulit dibandingkan mengelola industri farmasi. Pasalnya, limbah industri jamu memiliki kadar biological oxygen demand (BOD) dan chemical oxygen demand (COD) yang tinggi.

Baca Juga: Keruwetan Punya Nama Baru; Royalti

“Kami pun mengembangkan teknologi untuk mengolah limbah. Termasuk, membangun plant dengan tangki up-flow anaerobic sludge blanket (UASB) untuk memproses berbagai varian limbah,” ujar Irwan.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mahasiswa Apoteker dan UTA '45 Serukan Boikot PN UKAI

Kamis, 1 Desember 2022 | 22:05 WIB

Data Berbasis Desa Penting untuk Pembangunan Daerah

Kamis, 1 Desember 2022 | 19:16 WIB

KLHK Raih Peringkat Pertama SDGs Action Awards 2022

Kamis, 1 Desember 2022 | 16:36 WIB
X