Komisi III DPR RI Kawal dan Tindaklanjuti Laporan Dugaan Penyelewengan Program PEN Subsektor Film

- Selasa, 7 Desember 2021 | 22:53 WIB
PSMPI dan TPF PEN Subsektor Film dengan anggota Komisi III DPR RI (Bb)
PSMPI dan TPF PEN Subsektor Film dengan anggota Komisi III DPR RI (Bb)

"Makanya banyak ditemukan unsur ketidakadilan, juga indikasi permufakatan jahat, indikasi manipulasi penyalahgunaan anggaran, dan juga indikasi gratifikasi," kata Rully Sofyan lebih lanjut.

Baca Juga: Novia Widyasari Maafkan Kami Semua

Terkait fakta dan informasi juga data, bendahara PSMPI Akhlis Suryapati, mengaku sudah mengumpulkan fakta dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Hasil kuratorial mereka kami simpulkan, mereka hanya menguatkan kroni-kroni mereka, dan menyingkirkan yang bukan kroni mereka. Kami temukan fakta, diabaikannya banyak pihak yang layak mendapatkan bantuan, atau sengaja disingkirkan karena bukan kroni mereka," kata Akhlis Suryapati.

Adisurya Abdy (Bb)

Akhlis Suryapati menambahkan, bahkan ada temuan bantuan PEN Subsektor Film diserahkan kepada PH (Prioduction House) besar, yang tidak patut mendapat bantuan.

Bahkan menurut dia, ada empat
(4) PH besar yang mendapatkan bantuan, dan dobel bantuannya. Sementara pada saat bersamaan, PH kecil malah tidak kebagian.

"Pendaftaran program PEN Subsektor Film dilakukan dalam waktu singkat, atau tujuh hari. Juga syarat yang sangat sulit dipenuhi, seperti daftar produksi setahun terakhir," katanya.

Gusti Randa, Ketua TPF program PEN Subsektor Film menceritakan
PSMPI pernah berkirim surat ke Menteri Parekraf RI, dan diterima Irjen Utama Kemenparekraf RI. Menjadi persoalan karena Irjen Utama Kemenparekraf RI sudah merasa betul atau benar soal penyaluran bantuan PEN Subsektor Film .

Trimedya Panjaitan dan Gusti Randa bercengkrama sebelum RDPU dengan Komisi III DPR RI (Bb)

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ramalan Cuaca Jabodetabek pada Jumat, 3 Februari 2023

Kamis, 2 Februari 2023 | 16:43 WIB
X