P2G Mendesak Kemenag Membuat Aturan Pencegahan Kekerasan di Satuan Pendidikan Agama

- Minggu, 12 Desember 2021 | 11:39 WIB

 

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com
Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) sebagai salah satu organisasi guru sangat prihatin dan mengecam perbuatan oknum guru salah satu pesantren di kota Bandung, yang melakukan tindakan kekerasan seksual kepada 12 santriwati rata-rata berumur 16-17 tahun, mengakibatkan 8 orang sampai melahirkan, 2 orang sedang hamil.

P2G memberikan tiga (3) catatan kritis sebagai evaluasi sekaligus rekomendasi, agar kekerasan apapun bentuknya tidak terulang lagi di satuan pendidikan, baik sekolah, madrasah, maupun satuan pendidikan agama lainnya seperti: pesantren, seminari, pasraman, dan dhammasekha.

*Pertama*, perihal kasus kekerasan seksual oleh guru pesantren di kota Bandung, P2G meminta aparat kejaksaan menuntut maksimal dan hakim di pengadilan memutuskan vonis setinggi-tingginya kepada tersangka.

Baca Juga: Maybank Marathon Anywhere Virtual Segera Digelar Akhir Pekan Ini

"Hukuman maksimal penjara seumur hidup dan kebiri kimia bagi oknum guru, agar menjadi pembelajaran bagi masyarakat, jangan sekali-sekali meniru perbuatan hina itu," ungkap Iman Zanatul Haeri, Kepala Bidang Advokasi Guru P2G.

Iman melanjutkan, apalagi yang bersangkutan merupakan guru yang semestinya menjadi teladan, digugu dan ditiru, membangun karakter bagi muridnya.

P2G mengapresiasi langkah sigap Pemprov Jabar yang memberikan konseling dan pendampingan _trauma healing_ bagi korban.

Baca Juga: Ini Kisah Pertemuan Toprak Razgatlıoğlu dengan Minoru Morimoto di Mandalika

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Semeru Awas! Hampir 2 Ribu Jiwa Mengungsi

Minggu, 4 Desember 2022 | 18:18 WIB

Prita Kemal Gani Terus Menginspirasi.

Minggu, 4 Desember 2022 | 11:46 WIB

Peneliti Asing Erik Meijaard Dilaporkan Melanggar UU

Sabtu, 3 Desember 2022 | 23:57 WIB

Gempa 6,4 Garut, BNPB Sebut Ada Warga yang Terluka

Sabtu, 3 Desember 2022 | 20:59 WIB
X