Kelompok FRN dan Fourmen Sukses Menggalang Sumbangan untuk Korban Semeru

- Minggu, 12 Desember 2021 | 23:20 WIB
SM/Dok
SM/Dok

MAGELANGjakarta-suaramerdeka.com - Kesadaran berbagi dan membantu yang lemah atau terkena musinah di kalangan masyarakat masih tinggi.

Bencana erupsi Gunung Semeru, Lumajang, yang meluluhlantakkan sejumlah desa dan penghuninya, membuat banyak orang tergerak ikut menyumbang. 

Hampir semua majelis taklim dan.kelompok masyarakat spontan menggalang sumbangan. Bahkan di perempayam lampu merah banyak pemuda yang menjadi sukarelawa  menguyip dana sukarela dari masyarakat pengguna jalan. 
 
 
Gerakan itu juga dilakukan oleh sejumlah pemusik kota Magelang. Komunitas musik FRN (Friday Rock Night) bersama Fourmen menggelar acara penggalangan dana utk korban Semeru. Mereka menggelar konser amal yang dihadiri pejabat Dinas Dosial dan perwakilan BNPB setempat. 
 
"Ini kegiatan spontan saja. Kami berpikir dan langsung menyiapkan. Praktis hanya tiga hari persialan konser kecil ini kami gelar. Alhamdulillah terkimpul dana Rp 9 jutaan. Tidak banyak karena yang kami undang juga terbatas," kata Lukas dari FRN, Minggu, di Magelang. 
 
Konser di sejumlah kelompok musik Magelang berlangsung di skylight plaza Magelang. Sumbangan diperoleh melalui penjualan tiket pertunjukkan yang tidak ditentukan besarnya. 
 
 
Donasi itu langsung diserahkan kepada pejabat terkait dan akan digabungkan dengan sumbangan dari masyarakat. Kemudian akan dibawq ke Lumajang Senin oleh Tim Rescue Magelang. "Total subangan spontan masyatakat tentu jauh dari itu karena sudah berlangsung lebih lama," kata Ipung dari Foumen. 
 
Pengamat sosial yang juga mantan Kepala BNPB Jateng, Drs Sudaryanto MSi, menilai menilai masyatakat Indonesia termasuk tinggi daya empati dan simpatinya jika ada bencana. Mereka dengan cepat akan menggalang bantuan. Terbaik memang bahan makanan, pakaian, dan yang lebih fleksibel uang. 
 
Masyarakat juga mudah percaya kepada yang pihak-pihak yang meminta sumbangan. Hal ini tidak masalah selama para sukarelawan pengutip itu bisa mempertanggungjawabkannya. 
 
 
"Kalau di lampu merah kadang dimanfaatkan oleh oknum untuk mencari keuntungan pribadi. Ini yang harus ditertibkan," kata mantan pejabat Bupati Temanggung ini, sembari memuji para pemusik Magelang yang menggalang dana dan langsung diserahkan kepada pejabat terkait.***
 

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jalan Tol Akses Patimban Ditargetkan Rampung 2024

Jumat, 27 Januari 2023 | 12:46 WIB

LMK Pelari Nusantara Beri Tali Asih Haji Ukat.

Jumat, 27 Januari 2023 | 09:55 WIB
X