PVMBG: Potensi Bahaya Masih Mengancam Dari Aliran lahar Semeru Selama Musim Penghujan

- Senin, 13 Desember 2021 | 08:06 WIB
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan awan panas guguran di Gunung Semeru masih berpotensi terjadi meskipun intensitas dan jarak luncurnya lebih kecil dibandingkan 4 Desember lalu (Dok BNPB Indonesia)
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan awan panas guguran di Gunung Semeru masih berpotensi terjadi meskipun intensitas dan jarak luncurnya lebih kecil dibandingkan 4 Desember lalu (Dok BNPB Indonesia)

 

Jakarta,suaramerdeka-jakarta.com‐ Kondisi hujan kategori sedang hingga lebat diperkirakan akan berlangsung hingga tiga bulan ke depan.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM Andiani mengatakan, potensi bahaya yang masih mengancam di Gunung Semeru saat ini adalah aliran lahar akibat datangnya musim penghujan.

"Potensi secondary explosion di sepanjang aliran sungai yang terlanda endapan awan panas guguran (APG) pada 4 Desember 2021 juga masih ada, mengingat saat ini suhu endapan masih relatif tinggi dan jika terjadi kontak dengan air permukaan menyebabkan perubahan fasa air menjadi fasa uap bertekanan cukup tinggi," kata Andiani dalam pada konferensi pers virtual (12/12).

Oleh karena itu, Badan Geologi kembali mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi.

Masyarakat, pengunjung, dan wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 1 kilometer (km) dari kawah atau puncak Gunung Semeru dan jarak 5 km arah bukaan kawah di sektor selatan-tenggara.

Tak hanya itu, masyarakat juga dilarang beraktivitas sepanjang alur sungai Besuk Kobokan yang saat ini sudah terisi endapan material yang masih bersuhu tinggi dan berpotensi terjadinya secondary explosion.

Baca Juga: Kongres Ekonomi Umat MUI Hasilkan Sembilan Resolusi Jihad

"Selain itu, kami harap masyarakat selalu mewaspadai potensi APG, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," tutur Andiani.

Halaman:

Editor: Arief Sinaga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nikmati Keindahan Pacitan Bersama DAMRI

Jumat, 3 Februari 2023 | 13:50 WIB

Ikrar Petani MSP Tolak Impor Beras oleh Pemerintah

Jumat, 3 Februari 2023 | 11:17 WIB
X