Motormu Masih Pakai BBM Ya? Siap-siap, Sebelum 2030 Mau Stop Impor Bensin

- Senin, 13 Desember 2021 | 11:52 WIB
Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Untuk Umum (SPKLU) PLN sedang mengisi daya listrik sepeda motor
Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Untuk Umum (SPKLU) PLN sedang mengisi daya listrik sepeda motor

JAKARTA suaramerdeka.jakarta.com - Ingatnya, era kendaraan bertenaga listrik sudah di depan mata. Dalam tahun-tahun ke depan ini motor dan mobil listrik diprediksi bakal berkeliaran di jalan raya. Jadi kalau kamu masih pakai mobil atau motor berbahan-bakar minyak (BBM), siap-siap saja. Karena pemerintah menargekan sebelum 2030 sudah tidak ada lagi impor gasoline atau bensin.

Hal itu diungkapkan Koordinator Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ariana Soemanto, seperti dikutip laman kementerian dari podcast YouTube 'The Official Oto'.

Ariana mengatakan ke depan pemanfaatan kendaraan listrik diprediksi bakal meningkat signifikan, sekaligus mendukung target net zero emission di tahun 2060. Maka percepatan program kendaraan listrik akan mendukung pengurangan impor BBM dan meningkatkan ketahanan energi nasional.
 
"Untuk mengatasi impor BBM solar, telah sukses melalui impelementasi kebijakan mandatori B30 atau pencampuran 30% biodiesel pada solar. Sedangkan mengatasi impor dan peningkatan demand BBM gasoline ke depan. Salah satu upayanya melalui percepatan kendaraan listrik," ungkapnya.

Baca Juga: Mobil Listrik Bakal Makin Banyak, Pertamina Siapkan 513 SPKLU / SPBKLU Hingga 2024

Proyeksi Kementerian ESDM dalam Grand Strategi Energi Nasional, pada tahun 2030 jumlah mobil listrik ditargetkan sekitar 2 juta unit, dan motor listrik sekitar 13 juta unit. Pada tahun yang sama, target penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sekitar 30 ribu unit dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik (SPBKLU) sekitar 67 ribu unit.

Ariana menjelaskan berbagai upaya mendukung percepatan program kendaraan listrik telah disiapkan. Pertama, terkait aspek regulasi, telah diterbitkan Peraturan Presiden Nomor 55 tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (battery electric vehicle) untuk Transportasi Jalan, dan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 13 tahun 2020 tentang Penyediaan Infrastruktur Pengisian Listrik untuk Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

Kedua, terkait insentif perpajakan juga diterapkan PPnBM 0% untuk kendaraan bermotor berteknologi Battery Electric Vehicles (BEV) atau fuel cell electric vehicle.

Baca Juga: Jangan Kaget Ya.. Kalau Sebentar Lagi Lihat Bu Susi Pudjiastuti Berhaji dan Berjilbab

Ketiga, terkait industri kendaraan listrik, sedang dibangun pabrik baterai kendaraan listrik di Karawang Jawa Barat. Untuk mendorong hilirisasi mineral, melalui Indonesia Battery Corporation (IBC), ekosistem industri kendaraan listrik dibangun mulai dari pertambangan, mengingat produksi nikel Indonesia salah satu yang terbesar dunia.

Keempat, terkait SPKLU juga telah disiapkan 3 skema bisnis. Secara umum, ada skema provider (Badan Usaha SPKLU menyediakan listrik sendiri dan menjual ke konsumen kendaraan listrik), atau skema retailer (Badan Usaha SPKLU membeli listrik dari PLN/Wilus lain dan menjual listriknya ke konsumen kendaraan listrik), atau skema kerjasama (menjadi mitra PLN/Wilus lain dalam menjual listrik ke konsumen kendaraan listrik). Terkait regulasi SPKLU lebih detail terdapat pada Permen ESDM Nomor 13/2020.

Halaman:

Editor: Fauzan Jazadi

Sumber: Kementerian ESDM

Tags

Terkini

Juventus Cari Poin Selamat Di Liga Italia

Senin, 30 Januari 2023 | 08:36 WIB

Pemerintah Ajukan Kasasi Kasus KSP Indosurya

Minggu, 29 Januari 2023 | 18:28 WIB

Pos Indonesia Bantu Program ATM Beras

Sabtu, 28 Januari 2023 | 22:30 WIB
X