Artikel Edukasi: Memanfaatkan Peluang Investasi Jelang Berakhirnya 2021

- Rabu, 22 Desember 2021 | 12:29 WIB

 

 

JELANG berakhirnya tahun 2021, pasar terlihat lebih optimis dalam menatap tahun 2022. Kebijakan Fed tapering yang mulai diterapkan di Desember ini berjalan relatif lebih mulus dibandingkan kebijakan serupa tahun 2013 silam, dimana kali ini pasar telah mengantisipasi dan menyesuaikan ekspektasinya sehingga dapat memberikan dasar bagi investor dalam mengambil keputusan menjelang berakhirnya 2021. Memasuki 2022, pasar akan memasuki fase normalisasi, yang artinya pertumbuhan ekonomi global di tahun 2022 akan lebih rendah dari 2021, namun masih lebih tinggi dari rerata jangka panjangnya. Lalu peluang seperti apa yang bisa dimanfaatkan oleh investor saat ini? Dimas Ardhinugraha, Investment Specialist PT Manulife-Aset-Manajemen-Indonesia">Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) akan membahasnya lebih lanjut dibawah.

 

Kondisi global ke depan

Fase normalisasi di 2022 tidak hanya terjadi pada pertumbuhan ekonomi dan perdagangan global, tetapi juga pada kebijakan moneter dan fiskal. Bank sentral dunia diperkirakan akan melakukan penyesuaikan arah kebijakan, dimana suku bunga diperkirakan akan meningkat secara gradual sambil tetap memperhatikan kondisi terkait pandemi. Dari sisi kebijakan fiskal, akan berupa pengurangan stimulus-stimulus pandemi dari pemerintah secara gradual menuju ke level normal di era pertumbuhan ekonomi yang juga menuju normal. Walau demikian, proses normalisasi akan terjadi secara gradual, di mana kebijakan fiskal dan moneter di 2022 baik di kawasan negara maju maupun negara berkembang, tetap akan pada level akomodatif relatif terhadap rerata jangka panjang.

Akselerasi dari pasar domestik

Berbeda dengan pasar global yang mengalami fase normalisasi, Indonesia bersama Malaysia, Filipina, dan Thailand (ASEAN4) memiliki ruang ekspansi yang lebih tinggi di 2022. Momentum pembukaan kembali diperkirakan meningkat ketika vaksinasi diakselerasi dan cakupan vaksinasi mencapai sekitar 70% dari populasi yang dapat menopang pemulihan ekonomi lebih kuat di 2022. Keunggulan Indonesia dibandingkan banyak negara di kawasan adalah demografi Indonesia yang didominasi warga usia muda membawa keuntungan, mempercepat aktivitas ekonomi kembali normal (terutama apabila mitigasi pandemi terus berjalan efektif, antara lain melalui vaksinasi secara masif dan merata).

 

Peluang di pasar obligasi

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PDIP Siap Punya Capres Sendiri

Rabu, 28 September 2022 | 20:37 WIB

Petani Berjasa Jaga Tingkat Inflasi

Rabu, 28 September 2022 | 19:12 WIB

Soundrenaline 2022 Pulang di Haribaan Jakarta.

Rabu, 28 September 2022 | 19:10 WIB

Peserta Pemilu Dituntut Penuhi Ekspektasi Pemilih Muda

Rabu, 28 September 2022 | 17:12 WIB

Masyarakat Diminta Jaga Laut Bali Tetap Bersih

Rabu, 28 September 2022 | 15:54 WIB

KTT G20: Pemerintah Pastikan Logistik dan Akomodasi Aman

Selasa, 27 September 2022 | 21:26 WIB
X