Proyek PLTA Senilai Rp 252 Triliun Dipastikan Rampung Sesuai Jadwal

- Kamis, 23 Desember 2021 | 04:56 WIB

 


JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com.-

PT Kayan Hydro Energy (KHE) optimistis bisa merampungkan mega-proyeknya di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara . Proyek PLTA Kayan yang berada di lokasi seluas 2.006 hektare itu akan beroperasi secara komersial pada 2026. “Jika semua perizinan beres, kita optimistis selesai sesuai target dan berjalan optimal," kata Direktur Operasional KHE Khaerony, di Jakarta, Rabu (22/12/2021).

Saat ini, PT KHE sudah menerima Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dari Kementerian Investasi atau BKPM. Izin itu diberikan untuk satu bendungan dari lima bendungan yang digarap oleh KHE. "Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) untuk bendungan 1 baru saja keluar minggu lalu dari BKPM, " jelas Khaerony.

Baca Juga: Perpusnas Resmikan Gedung Perpustakaan Daerah Termegah di NTT

 

PT KHE sendiri sangat mengharapkan sekali izin-izin terkait bendungan lainnya segera dikeluarkan. Pasalnya, mereka menyatakan telah memenuhi semua persyaratan dan kewajiban yang ditetapkan sejak dua tahun yang lalu. Di luar itu, PT KHE juga telah melakukan berbagai langkah terkait elektrifikasi untuk kebutuhan industri maupun pelabuhan. Studi teknis, sosial, ekonomi, budaya, serta sosialisasi dan proses perizinan untuk pembangunan PLTA sudah selesai, bahkan KHE sudah mendapat peringkat 5A 3 dari Dun & Bradstreet. “Jadi tidak benar jika KHE tidak bekerja atau tidak ada perkembangan seperti yang sempat beredar,” kata Khaerony. PT KHE terus mendorong pemerintah untuk mengeluarkan izin yang dibutuhkan, terutama terkait empat bendungan lainnya.

Baca Juga: Tembus Target Yang Ditetapkan, Bulan Dana Tahun 2021 PMI Provinsi DKI Jakarta Ditutup secara Resmi

Menurut mereka, dengan adanya UU Cipta Kerja seharusnya birokrasi perizinan menjadi lebih ringkas. Apalagi, PLTA Kayan merupakan bagian dari ekonomi hijau yang tengah digalakkan oleh Jokowi. Proyek dengan nilai investasi mencapai USD17,8 miliar atau Rp252,7 triliun ini nantinya akan menghasilkan listrik dari energi terbarukan sebesar 9.000 MW. "Selama ini kami bekerja hanya di luar kawasan hutan. Kalau kami kerja di wilayah yang izinnya belum kami kantongi nanti akan melanggar hukum,” terang Khaerony.

Listrik yang dihasilkan dari PLTA Kayan akan dimanfaatkan untuk memasok kebutuhan kawasan industri hijau dan Pelabuhan Internasional Tanah Kuning-Mangkupadi. PT Indonesia Strategis Industri (PT ISI) yang terlibat dalam pengembangan kawasan industri hijau sudah melakukan pembebasan lahan lebih dari 2.000 hektare dan akan dilanjutkan hingga mencapai 4.846 hektare.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemerintah Ajukan Kasasi Kasus KSP Indosurya

Minggu, 29 Januari 2023 | 18:28 WIB

Pos Indonesia Bantu Program ATM Beras

Sabtu, 28 Januari 2023 | 22:30 WIB
X