Seminar Nasional Dukungan Stakeholders Perguruan Tinggi Terhadap Kebijakan MKBM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka

- Rabu, 5 Januari 2022 | 15:11 WIB

 

Ketua Komisi Yudisial RI, Prof. Dr. Mukti Fajar Nur Dewata, SH., M.Hum, memaparkan bahwa; Perguruan Tinggi dituntut agar dapat merancang  dan melaksanakan proses pembelajaran yang inovatif. Perguruan  Tinggi untuk menghasilkan lulusan sesuai perkembangan IPTEK dan tuntutan dunia usaha dan  dunia industri.  MBKM untuk memenuhi perubahan dan  kebutuhan akan link and match dengan dunia usaha dan dunia  industri (DU/DI). Pihak-pihak yang terlibat : mahasiswa, Dosen, Instruktur, dan Tenaga Kependidikan  Pengelola Perguruan Tinggi, lembaga pemerintahan, mitra perguruan tinggi dan sebagai regulator nya yaitu DIKTI.

 

Baca Juga: Launching Vaksinasi Merdeka Anak, Kapolri: Upaya Menjaga Generasi Penerus Bangsa

Ketua Umum APINDO,  Dr. Hariyadi B. Sukamdani antara lain memaparkan  terkait Kerjasama “Link & Match” Antar Stakeholders Dalam Mempersiapkan Mahasiswa Ke Dunia Kerja. Tantangan terhadap iklim usaha dan pekerjaan dimasa depan Perguruan tinggi harus mempercepat perkembangan sumber daya lulusan dengan ketrampilan dan kreatifitas. APINDO mendorong pengembangan ketrampilan melalui kegiatan;  APINDO TRAINING CENTER (ATC), Professional Certification Institution (LSP) dan Indonesia’s National Apprenticeship Network (INAN). 

Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan Badan POM, Dra. Rita Endang, Apt.,M.Kes, pada kesempatan itu antara lain  memaparkan; Dukungan Badan POM  dan MBKM berupa program pangan aman  goes to campus. Kolaborasi Perguruan  Tinggi dengan dukungan Badan POM   serta Mengawal pangan yang aman dan bergizi. 5 Pilar keamanan pangan : media, pengawasan pangan, unsur pemerintah mengedukasi masyarakat untuk menjadi konsumen yang cerdas, pelayanan publik yang prima, Akademisi 

 

COO PT Indonesia Multisiar Sportama (iMSPORT), Dr. Rahmat Edi Irawan antara lain memaparkan bahwa  dengan adanya program MBKM industri menjadi optimis bisa menerima lulusan yang siap bekerja ( tidak harus melakukan pelatihan).  Permasalahan terbesar sebelum adanya kampus merdeka yaitu perusahaan harus melakukan training atau pelatihan)

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Terkini

Tragedi Stadion Kanjuruhan Harus Diinvestigasi Total

Minggu, 2 Oktober 2022 | 09:11 WIB

3000 Pohon Bakau Ditanam di Pesisir Pantai Jakarta

Minggu, 2 Oktober 2022 | 09:03 WIB

Kapolri; Persatuan-Kesatuan adalah Kunci

Minggu, 2 Oktober 2022 | 06:15 WIB

Kominfo Tingkatkan Kemampuan Humas Lewat Jarkom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 16:36 WIB

Soal Tanam Maju, Ini Penjelasannya

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 12:44 WIB
X