Gus Mus: Saya Budaknya Remy Sylado.

- Rabu, 12 Januari 2022 | 08:12 WIB
Ahmad Mustofa Bisri saat memberikan sambutan di pameran lukisan Maestro Remy Sylado di Balai Budaya Jakarta, Kamis (11/7/2019) malam. (Benny Benke)
Ahmad Mustofa Bisri saat memberikan sambutan di pameran lukisan Maestro Remy Sylado di Balai Budaya Jakarta, Kamis (11/7/2019) malam. (Benny Benke)

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com, -- Remy Sylado adalah maestro langka. Saya berhutang rasa dengan beliau banyak sekali. Bahkan saya tahu makna kata mata keranjang aslinya dari cerita apa, dari beliau. Beliau bisa bahasa apa saja. Arab , Urdu, Yahudi dan apa saja.

Demikian dikatakan Ahmad Mustofa Bisri (75) saat diberi waktu untuk menjadi salah satu pembuka pameran lukisan Maestro Remy Sylado di Balai Budaya Jakarta, Kamis (11/7/2019) malam.

Mengenakan batik dan peci hitam khasnya, Gus Mus -- demikian penyair dan kyai karismatis itu biasa disapa-- melanjutkan, "Saya kenal beliau tahun 70 an saat beliau di (majalah) Aktuil dan mengasuh puisi Mbeling. Saya ngirim terus (puisi Mbeling), dan terus dimuat, tapi (saat itu) pakek nama samaran. Beliau baru tau (kalau saya yang ngirim) kemarin saat di Semarang. Dipikir saya orang Rusia," kata Gus Mus disambut tawa hadirin, yang menyesak hingga ke pinggir jalan.

Baca Juga: Kerapuhan, dan Ketabahan

Gus Mus yang mengaku datang khusus ke Jakarta, dari Rembang diantar anak perempuannya, demi menghadiri pembukaan pameran Remy Sylado, melanjutkan, "Makanya ketika beliau ndawuhi saya (untuk datang ke Jakarta), saya mau nolak gimana? Kata Sayidina Ali, 'saya adalah budaknya orang yang mengajari aku, walau satu huruf saja'. Padahal beliau (Remy Sylado) mengajari saya lebih dari satu huruf, berkalimat kalimat. Makanya saya budaknya beliau. Semoga beliau awet muda atau awet tua, dan selalu kreatif, dan manfaat bagi sesama dan allah SWT," kata Gus Mus diaminkan hadirin.

Sejurus kemudian, Gus Mus menbacakan
Fragmen Doa. Yang berisi sanjung puji kepada Sang Pencipta Allah Taalla. Di akhir doanya, Gus Mus menekan suaranya pada bait penutup: // Kami berdoa sebagaimana Engkau perintahkan/ Maka, kabulkanlah sebagaimana Engkau janjikan.//

Renny Djayusman, Remy Sylado dan Gus Mus (Benny Benke)

Pada detik ini pula, tepuk tangah menderas menyambut usainya pembacaan Fragmen Doa. Semua bertepuk tangan. Juga Sarwono Kusumaatmadja, Romo Mudji Sutrisno, Ronny Sompie, Ida Leman, Renny Djayusman, Tommy F. Awuy, Ilham Bintang, Jose Rizal Manua, Wina Armada Sukardi, dan sejumlah nama tenar lainnya.

Baca Juga: Di Negeri Demokrasi Puisi (masih) Ditakuti (?)

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keren, Anak Indonesia Unjuk Teater di Jepang

Senin, 23 Mei 2022 | 06:23 WIB

Puan Dinilai Bisa Lanjutkan Program Jokowi

Minggu, 22 Mei 2022 | 15:42 WIB

DAMRI Terapkan Syarat Perjalanan Terbaru

Sabtu, 21 Mei 2022 | 20:15 WIB
X