Mau Pasti Tersedia Batubara Domestik? Ini Rahasianya

- Rabu, 12 Januari 2022 | 19:31 WIB

 

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com -  Pasokan Energi dalam negeri khususnya batubara menjadi isu hangat awal tahun 2022 dengan berbagai kebijakan yang diambil Pemerintah diantaranya larangan ekspor batubara. Langkah ini diambil Pemerintah untuk menjaga ketersediaan energi dalam negeri agar tetap aman dan melakukan  percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Pada hari selasa (11/01/2022), Krakatau International Port (KIP) dan Asosiasi Pemasok Energi dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO) melakukan MOU untuk mengembangkan pusat kegiatan penanganan batu bara di Indonesia Bagian Barat bertempat di Kawasan KIP. Penandatangan MOU ini bertempat di Kantor KIP, Cilegon, Banten. Penandatangan MOU ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum ASPEBINDO, Anggawira.

Baca Juga: Klarifikasi Jasa Marga Terkait Kejadian Kendaraan Terkena Batu di Jalan Tol Dalam Kota

CEO Krakatau International Port (KIP), Akbar Djohan menyampaikan bahwa awal tahun 2022 ini menjadi momentum Pemerintah dan sektor swasta untuk bersinergi dalam menjaga pasokan energi dalam negeri dengan menciptakan inovasi dan gagasan yang memberikan nilai tambah bagi negara dan khususnya bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.

KIP dan ASPEBINDO sepaham untuk melakukan kajian dalam rencana kerja sama dalam mengoptimalisasikan lahan, sarana, dan fasilitas yang dimiliki dikelola oleh KIP sebagai pusat kegiatan penanganan batu bara, khususnya di Indonesia Bagian Barat.

"KIP sebagai Pelabuhan curah terbesar di Indonesia memiliki fasilitas yang dapat dimanfaatkan sebagai pusat penanganan batu bara di Indonesia, hal tersebut menjadi perhatian bangsa bukan hanya persoalan satu pihak saja. KIP dan ASPEBINDO sepaham untuk pengembangan sektor energi dan menjaga pasokan dalam negeri,” ungkap Akbar pada Rabu (12/01/2022).

Baca Juga: Cawang Ekstensifikasi Merek ke Produk Aki

KIP maupun ASPEBINDO akan melakukan kajian atas rencana penyediaan sarana atau terminal penanganan batu bara (coal handling terminal) dan infrastruktur atau sarana logistik yang dibutuhkan dalam pelaksanaan rencana kerja sama kedepan nanti.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sudah Punya Tiket, KIB Tak Buru-Buru Deklarasi Capres

Selasa, 4 Oktober 2022 | 17:54 WIB

Tragedi Kanjuruhan Jangan Sampai Terulang

Selasa, 4 Oktober 2022 | 13:59 WIB
X