Jaga Momentum Pertumbuhan Ekspor dan Kendalikan Inflasi

- Rabu, 19 Januari 2022 | 13:06 WIB
Menteri   Perdagangan   Muhammad   Lutfi dalam Konferensi Pers Outlook Perdagangan 2022. (Saktia Andri Susilo)
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam Konferensi Pers Outlook Perdagangan 2022. (Saktia Andri Susilo)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menegaskan, momentum pertumbuhan ekspor perlu dijaga. Hal itu mengingat capaian kinerja ekspor Indonesia pada 2021 yang terdiri atas ekspor migas dan nonmigas, telah memecahkan rekor tertinggi dalam sejarah.

“Yakni dengan nilai 231,54 miliar dolar AS. Besaran tersebut bahkan mengalahkan nilai ekspor tertinggi Indonesia, yang selama ini dicatatkan pada 2011 sebesar 203,50 miliar dolar AS,” katanya dalam Konferensi Pers Outlook Perdagangan 2022 yang digelar secara virtual.

Menurutnya, nilai ekspor 2021 yang menjadi rekor baru itu didominasi oleh produk-produk manufaktur. Produk-produk tersebut adalah besi baja, produk elektronik dan elektronika serta kendaraan bermotor dan suku cadangnya serta CPO dan turunannya.

“Secara rinci, lima komoditas ekspor nonmigas terbesar Indonesia pada 2021 adalah batu bara dengan nilai 32,84 miliar dolar AS, CPO (32,83 miliar dolar AS), besi baja (20,95 miliar dolar AS), produk elektronik dan elektronika (11,80 miliar dolar AS), serta kendaraan bermotor dan suku cadangnya (8,64 miliar dolar AS),” ujarnya.

Sementara itu, neraca perdagangan kumulatif Indonesia periode 2021 mencatatkan surplus sebesar 35,54 miliar dolar AS. Surplus tersebut diperoleh dari defisit neraca migas sebesar 13,25 miliar dolar AS dan surplus neraca nonmigas sebesar 48,60 miliar dolar AS.

“Nilai surplus nonmigas 2021 tersebut turut mencatatkan rekor sebagai surplus nonmigas terbesar sepanjang sejarah. Bila dibandingkan dengan ekspor 2020 yang mencatatkan nilai 163,19 miliar AS, ekspor 2021 tumbuh hingga sebesar 41,88 persen,” tandasnya.

Di sisi lain, impor 2021 tercatat sebesar 196,20 miliar AS atau tumbuh 38,59 persen dibanding impor 2020 yang sebesar 141,57 miliar dolar AS. Dia menyampaikan, pada 2021 surplus perdagangan tertinggi Indonesia dengan negara mitra dicatatkan oleh perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) dengan nilai 14,52 miliar AS.

“Disusul dengan Filipina (7,33 miliar dolar AS) dan India (5,62 miliar dolar AS). Sementara, perdagangan Indonesia dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) pada 2021 mengalami defisit sebesar 2,45 miliar dolar AS. Namun, defisit ini berkurang hingga 68,84 persen dibandingkan pada 2020 yang sebesar 7,85 miliar dolar AS,” tegasnya.

Perhatian Utama
Lebih lanjut dia menyampaikan, Kemendag akan terus menjaga momentum pertumbuhan ekspor di tahun 2022. Sejumlah tantangan yang menjadi perhatian utama adalah kebijakan tapering off, hambatan logistik dunia, krisis energi, serta strategi menghadapi pandemi Covid-19.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Pemerintah Ajukan Kasasi Kasus KSP Indosurya

Minggu, 29 Januari 2023 | 18:28 WIB

Pos Indonesia Bantu Program ATM Beras

Sabtu, 28 Januari 2023 | 22:30 WIB
X