Kreasikan Mix Safe®, dr. Rinawati Bantu Turunkan Angka Kematian Bayi Akibat Asfiksia

- Sabtu, 22 Januari 2022 | 21:51 WIB

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com- – Tingginya angka kematian bayi (AKB) di Indonesia menduduki peringkat keenam tertinggi di Asia Tenggara. Salah satu penyebab tingginya kematian bayi baru lahir adalah mengalami asfiksia atau ketidakmampuan untuk bernapas dengan baik.

Hal ini menjadi perhatian khusus dari Prof. Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A(K). Memiliki panggilan menolong untuk bayi-bayi kecil, mendorong Kepala Instalasi Pelayanan Terpadu Kesehatan Ibu dan Anak Kiara RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo ini untuk menciptakan alat bantu napas atau resisutasi _portable_.

“Dimulai sejak 2015, saya dan tim yang terdiri dari tenaga ahli serta penyandang dana yang tergabung dalam PT Fyrom International melakukan uji coba dan pelatihan untuk menciptakan Mix Safe®, sebuah alat resisutasi _portable_ yang mudah digunakan dan mudah dibawa untuk menyelamatkan bayi yang membutuhkan bantuan pernapasan,” jelas Rinawati yang juga merupakan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Baca Juga: Bamsoet Ajak Kelompok Cipayung Plus Bertemu Menteri Investasi Dorong Kewirausahaan Kalangan Muda

Rinawati menjelaskan bahwa sebelum adanya Mix Safe®, alat resisutasi yang tersedia hanyalah buatan luar negeri dan membutuhkan campuran gas medis dan oksigen. Dikarenakan mahal, keberadaannya pun sangat terbatas. Selain itu, penggunaan alat resisutasi tersebut juga dapat menyebabkan kebutaan pada bayi apabila menggunakan oksigen murni 100 persen.

Mix Safe® berukuran relatif kecil sehingga mudah untuk dibawa pada saat bayi memerlukan rujukan dan dapat bertahan selama 6 jam dengan menggunakan baterai. Selain itu, Mix Safe® juga berfungsi sebagai kompresor, sehingga ketika dicampur dengan oksigen murni, dapat dengan mudah mengukur kadar oksigen hanya sampai batas 21-30 persen, sesuai dengan kebutuhan.

Baca Juga: Pencegahan dan Pengendalian Virus Covid-19 Lewat Vaksin Booster

Dokter anak kelahiran Sukabumi ini mengatakan bahwa Mix Safe® menggunakan bahan baku yang sebesar 80 persennya merupakan bahan baku dalam negeri, sehingga harganya pun jauh lebih terjangkau. Di tahun 2018, Mix Safe® telah mendapat hak paten dari Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual serta telah mendapatkan sertifikasi ISO 13485 yang merupakan standar manajemen mutu internasional untuk industri perangkat medis.

“Mix Safe® telah diakui oleh Kementerian Kesehatan dan saat setiap fasilitas pelayanan kesehatan harus memiliki alat resisutasi _portable_ ini, bahkan fasilitas kesehatan tingkat primer sekalipun,” lanjut Rinawati.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rian Ernest Resmi Jadi Kader MKGR

Selasa, 31 Januari 2023 | 22:21 WIB

Instruksi Jokowi, Stabilkan Harga Beras!

Selasa, 31 Januari 2023 | 17:43 WIB

Perayaan Natal Kodam Jaya/Jayakarta Tahun 2022

Selasa, 31 Januari 2023 | 17:27 WIB

Ke Pasar Beringharjo, Ibu Iriana: Ayo Borong

Selasa, 31 Januari 2023 | 16:20 WIB
X