Indonesia dan Malaysia Sepakati MoU PMI Sektor Domestik

- Senin, 24 Januari 2022 | 16:27 WIB
 
JAKARTA, suaramerdeka.jakarta.com - Pemerintah Indonesia dan Malaysia sepakat mematangkan penyelesaian nota kesepahaman tentang perekrutan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor domestik dari Indonesia (Memorandum of Understanding for the Recruitment of Domestic Workers from Indonesia). Hal itu disepakati setelah Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziyah, berbicara dengan Menteri Sumber Daya Manusia (SDM) Malaysia, Datuk Seri M. Saravanan. 
 
"Pemerintah Malaysia menyetujui seluruh draft MoU penempatan pekerja domestik dari Indonesia dan dalam waktu dekat, akan segera dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara kedua negara," kata Ida Fauziyah, usai pertemuan dengan Datuk Seri M. Saravanan, di Jakarta, Senin. 
 
Ida Fauziyah menjelaskan adanya MoU akan memberikan skema pelindungan yang memadai dan mengurangi risiko/masalah PMI di Malaysia. Termasuk juga melakukan penegakan hukum terhadap majikan/agen yang melanggar perjanjian kerja, peraturan terkait di Malaysia, dan penghentian praktik system maid online dan konversi My Travel Pass (visa kunjungan biasa) menjadi visa kerja.
 
 
"Kedua negara telah sepakat, skema One Channel System adalah satu-satunya kanal untuk merekrut dan mempekerjakan PMI sebagai pekerja pada rumah tangga," ujar Menaker Ida Fauziyah.
 
Menurut Menaker Ida Fauziyah, penempatan satu kanal ini akan memudahkan dua negara dalam melakukan pengawasan dan dapat menekan biaya perekrutan dan penempatan PMI ke Malaysia. One Channel System merupakan integrasi dari aplikasi online SIAPkerja (termasuk di dalamnya aplikasi SISKOPMI) milik Indonesia dan aplikasi online Foreign Workers Centralized Management System (FWCMS) milik Malaysia.
 
"Sistem satu kanal ini juga diharapkan akan menekan secara signifikan jumlah PMI yang masuk ke Malaysia secara tidak sesuai prosedur yang berlaku," katanya.
 
 
Dalam pertemuan singkat selama 30 menit tersebut, Datuk Seri M. Saravanan mengatakan pihaknya menyetujui seluruh draft dalam MoU penempatan PMI sektor domestik dari Indonesia dan berharap segera dilakukan penandatanganan.
 
 
"Pemerintah Malaysia berharap percepatan penyelesaian MoU untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional Malaysia," kata Datuk Seri Saravanan seraya meminta Ida Fauziyah untuk dapat bertemu dengan Menteri KDN Malaysia. **

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keren, Anak Indonesia Unjuk Teater di Jepang

Senin, 23 Mei 2022 | 06:23 WIB

Puan Dinilai Bisa Lanjutkan Program Jokowi

Minggu, 22 Mei 2022 | 15:42 WIB

DAMRI Terapkan Syarat Perjalanan Terbaru

Sabtu, 21 Mei 2022 | 20:15 WIB
X