Polda Sumut dan Komnas HAM Bakal Periksa Bupati Langkat Terkait Kerangkeng Manusia

- Minggu, 30 Januari 2022 | 12:50 WIB
Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak bersama awak media di lokasi kerangkeng manusia (Foto: instagram@poldasumaterautara)
Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak bersama awak media di lokasi kerangkeng manusia (Foto: instagram@poldasumaterautara)

 

suaramerdeka-jakarta.com- Usai menjadi tersangka penerimaan uang suap dari pengaturan paket proyek infrastuktur dan proyek Dinas Pendidikan tahun anggaran 2020-2022, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) dan Komnas HAM akan memeriksa Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Peranginangin, terkait keberadaan kerangkeng manusia di rumah pribadinya. 

Kerangkeng yang diklaim sebagai tempat rehabilitasi narkoba itu ditemukan memakan sejumlah korban jiwa. Terbit yang politisi Partai Golkar, saat ini mendekam di rumah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

"Kami coba komunikasi ke teman teman KPK agar bisa akses ke sana," kata Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, Sabtu (29/1).

Choirul Anam menyebutkan, penghuni kerangkeng mengalami kekerasan paling intensif ketika proses awal masuk ke lokasi.

Baca Juga: Harga Sudah 'Selangit', YLKI Menyebut Penetapan Harga Minyak Goreng Rp14 ribu Sia-sia

"Kalau lihat pola terjadinya, ada satu pola di mana saat saat terjadinya kekerasan yang paling intensif adalah ketika proses awal orang masuk ke sana. Ketika sudah prosesnya sudah agak lama, sudah berkurang mendapatkan kekerasan. Itu temuan faktual yang terpola," jelas Choirul.

Namun demikian, untuk menyebut hal tersebut sebagai perbudakan modern, lanjut Choirul, perlu dilakukan pendalaman dengan pemeriksaan ahli serta menganalisis indikator faktual yang didapatkan.

Polisi Periksa Kasus Korban Tewas

Sementara itu, Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak menambahkan, penyidik akan memintai keterangan Terbit untuk mendalami sejumlah korban tewas di dalam kerangkeng.

Stuasi di dalam kerangkeng manusia dirumah pribadi bupati langkat
Stuasi di dalam kerangkeng manusia dirumah pribadi bupati langkat (Instagram@poldasumaterautara)

"Kami penyidik akan memintai keterangan semua pihak yang terkait dengan masalah itu. Kalau memang terkait dengan pak bupati yang sekarang ditahan KPK, kita akan minta keterangannya. Dan itu kerja sama kita dengan KPK sudah cukup baik," jelasnya.

Baca Juga: Tinjau Lokasi IKN, Kapolri Ingin Pastikan Proses Pembangunan Berjalan Lancar

Polda Sumut telah melakukan pemeriksaan terhadap lebih dari 30 orang dalam kasus temuan tempat kerangkeng rehabilitasi narkoba ilegal itu.

Halaman:

Editor: Arief Sinaga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemanfaatan Digital Bagi Pertanian

Minggu, 28 Mei 2023 | 08:37 WIB

Kreatif Dan Produktif Di Dunia Digital.

Sabtu, 27 Mei 2023 | 20:38 WIB

Perkembangan Teknologi di Era Digital.

Sabtu, 27 Mei 2023 | 19:11 WIB

Membaca Adalah Kunci Dunia.

Sabtu, 27 Mei 2023 | 18:22 WIB

Jaga Bahasa di Ruang Digital.

Sabtu, 27 Mei 2023 | 08:11 WIB

To Sofia With Love

Jumat, 26 Mei 2023 | 23:08 WIB
X