Disrupsi Teknologi Harus Direspon Industri Hiburan

- Kamis, 3 Februari 2022 | 12:32 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate. (Saktia Andri Susilo)
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate. (Saktia Andri Susilo)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Disrupsi teknologi harus direspon oleh para talenta industri hiburan. Yakni dengan mengembangkan diri agar makin cakap digital.

“Valuasi industri hiburan di tahun 2021 secara global tidak kurang dari 2 triliun Dolar AS dan tumbuh compound and world growth rate-nya sebesar 6,7 persen,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate.

Demikian pula dengan di Indonesia, dimana pada tahun 2021 yang lalu valuasinya sekitar 10,7 miliar dolar AS. Diproyeksikan pada tahun 2025, prognosisnya mencapai 15 miliar Dolar AS atau compound annual growth rate sekitar 8,7 persen.

“Oleh karenanya, setiap pelaku industri hiburan didorong melakukan pengembangan diri dan memanfaatkan teknologi digital. Disrupsi teknologi juga memberikan dampak yang begitu besar terhadap peleburan dan terhadap industri hiburan, secara khusus peleburan di industri perfilman,” ujarnya.

Hal ini menuntut setiap pelaku industri di Indonesia cepat mengambil langkah adaptasi dan agilitas yang tepat. Migrasi kehidupan dari ruang fisik ke ruang digital yang dipercepat oleh pandemi Covid-19, juga mendorong industri hiburan menggunakan teknologi digital.

“Kita melihat bagaimana perubahan yang begitu tinggi terhadap film televisi, film serial di televisi dan terhadap film-film teatrikal. Dampaknya begitu luar biasa, sehingga dibutuhkan adaptasi yang cepat dan dibutuhkan agility yang tepat,” tandasnya.

Berubah
Dia menambahkan, disrupsi teknologi juga berdampak terhadap produksi, pemasaran dan distribusi sektor industri hiburan. Bahkan saat ini, preferensi konsumen juga telah berubah.

“Dampak dari disrupsi menuntut juga berubahnya pola dan gaya marketing atau pemasaran tersendiri. Di dunia, industri hiburan bertumbuh dan berkembang luar biasa besarnya akibat disrupsi teknologi ini,” tegasnya.

Dikatakan, tumbuh dan berkembangnya industri hiburan di dalam negeri harus dikembangkan oleh anak-anak negeri Indonesia. Karena hal itu menjadi syarat utama dan Indonesia tidak menutup diri terhadap liberalisasi dan internalisasi.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

KASN Selenggarakan Anugerah Meritokrasi ke 3

Kamis, 8 Desember 2022 | 12:05 WIB

Giliran Sukabumi Diguncang Gempa Darat

Kamis, 8 Desember 2022 | 11:38 WIB

Semeru Didominasi Letusan-letusan Kecil

Rabu, 7 Desember 2022 | 21:32 WIB

Pencapresan KIB Pengaruhi Peta Politik Nasional

Rabu, 7 Desember 2022 | 20:33 WIB

Bank Hana Bantu Korban Gempa Cianjur

Rabu, 7 Desember 2022 | 19:00 WIB
X