Fahri Hamzah: Kami Tahu Cara Menang dan Bagaimana Cara Curang

- Kamis, 10 Februari 2022 | 06:43 WIB
Tangkapan layar diskusi Gelora Talk bertema: Pemilu 2024: Daulat Parpol vs Daulat Rakyat, Membedah Survei Nasional, Rabu (9/2). (Saktia Andri Susilo)
Tangkapan layar diskusi Gelora Talk bertema: Pemilu 2024: Daulat Parpol vs Daulat Rakyat, Membedah Survei Nasional, Rabu (9/2). (Saktia Andri Susilo)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com – Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah meyakini partainya akan berhasil melenggang ke DPR pada Pemilihan Umum Legislatif 2024 mendatang. Hanya saja, berapa banyak jumlah calon anggota legislatif Gelora yang akan lolos ke Senayan, diperlukan banyak ikhtiar.

“Gelora mengetahui bagaimana caranya menang dan tahu bagaimana cara curang. Sehingga kami tahu, apakah dalam pemilu mendatang dicurangi atau tidak. Yang jelas, kami tidak akan curang,” katanya dalam diskusi Gelora Talk bertema: Pemilu 2024: Daulat Parpol vs Daulat Rakyat, Membedah Survei Nasional, Rabu (9/2).

Menurutnya, partainya juga tidak ingin hanya sekedar hadir dan duduk di Senayan, tanpa memfasilitasi kehendak rakyat. Dimana rakyat tentu ingin pemilu membawa adanya perubahan.

“Karena pada dasarnya, pemilu adalah sarana untuk mengubah nasib rakyat. Bila rakyat difasilitasi dengan baik untuk memilih pemimpinnya, tentu hasilnya juga akan baik. Kami mengajak semua pihak untuk tidak monoton,” ujarnya.

Hal itu karena ada ‘jurang’ yang siap menerkam akibat tidak bisa membaca ‘jebakan’ demokrasi. Sebab, keliru bila menganggap bahwa pemilu adalah jaminan adanya demokrasi.

Pemilu memang isyarat adanya demokrasi. Namun, pemilu juga sering melahirkan tirani dan otoritarianisme. Hal ini harus menjadi catatan penting kita semua,” tandasnya.

Tanda Tangan
Adapun anggota Komisi Pemilihan Umum RI Arief Budiman mengatakan, dahulu bila ada yang ingin mencalonkan diri sebagai walikota/bupati, cukup mendapatkan tanda tangan dari ketua/sekretaris parpol di tingkat kabupaten/kota. Demikian pula bila ingin mencalonkan diri sebagai gubernur, maka cukup mendapatkan tanda tangan ketua/sekretaris di tingkat provinsi.

“Justru di era sekarang harus mendapat persetujuan dari dewan pimpinan pusat parpol. Mudah-mudahan, Pemilu 2024 bisa menjadi sarana sebagaimana cita-cita besar bangsa untuk menuju negeri yang adil, makmur dan sejahtera,” tegasnya.

Sementara pimpinan Badan Pengawas Pemilu RI Rahmat Bagja menegaskan, untuk memperbaiki alur keinginan rakyat agar bisa terwakili saat calon anggota legislatif terpilih menjadi anggota DPR, perlu ditanyakan pada parpol peserta pemilu. Termasuk pada saat person yang diajukan oleh parpol, terpilih menjadi presiden maupun gubernur.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Semeru Awas! Hampir 2 Ribu Jiwa Mengungsi

Minggu, 4 Desember 2022 | 18:18 WIB

Prita Kemal Gani Terus Menginspirasi.

Minggu, 4 Desember 2022 | 11:46 WIB

Peneliti Asing Erik Meijaard Dilaporkan Melanggar UU

Sabtu, 3 Desember 2022 | 23:57 WIB
X