Mengajarkan Anak Laki-Laki Feminisme, Kenapa tidak ? oleh Dr Geofakta Razali, Pemerhati Komunikasi Media

- Minggu, 13 Februari 2022 | 10:48 WIB

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com-


“Feminisme adalah salah satu metode komunikasi dan konten bicara pada anak tentang gender, empati, dan konsen. Bukan membuat anak pria menjadi feminin. Maskulin dan Feminin ada pada diri setiap orang, mengaturnya secara dinamis itu perlu. Itu konteks berbeda”

Disebuah Mall, seorang Ibu bertanya pada anak laki-laki nya “Kamu ulang tahun hari ini, mau mainan apa?” Sang anak berumur kurang lebih lima tahun menjawab “Perbaiki dapur saja, Ma, Biar aku bisa belajar masak lebih bagus lagi sama Mama”.

Mereka berdua saja, jam kantor seperti ini mungkin Ayah sedang bekerja, atau sang anak tidak punya Ayah. Lalu saya melihat mereka berkeliling gembira mengitari sudut-sudut pusat perbelanjaan. Terlihat sangat senang, saya mengikuti ibu dan anak ini sengan antusias dari belakang.

Baca Juga: Agus Asianto: Wartawan Petualang,Berpulang

Selain saya seperti flashback pada masa kecil saya dengan ibu yang saya habiskan dengan banyak bercerita di kampung sana, walau bukan di mall besar. Namun saya merasakan kedekatan mereka yang mebuat saya rindu Ibu saya.

Tentu perhatian saya tertuju pada sang anak, yang sepertinya tidak begitu rewel seperti anak seumurannya. Setiap memasuki toko lainnya, ia terlihat sangat ramah pada setiap orang, terutama penjaga toko. Semua orang senang padanya.

Sederhananya, anak ini  menurut saya yang bukan seorang psikolog, bisa saya nilai punya jiwa begitu besar dan pengetahuan sosial yang cukup baik. Menyenangkan.  Sang ibu menuju sebuah salon, dan mendaftar antrian. Sang anak mengeluarkan sebuah buku dari tas nya dan berkata “aku tunggu disana ya, Ma”.

Baca Juga: Rekomendasi Tempat Makan Instagramable Dekat Sirkuit Mandalika, Wajib Dicoba

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Artikel Terkait

Terkini

Bank Hana Bantu Korban Gempa Cianjur

Rabu, 7 Desember 2022 | 19:00 WIB
X