Penggunaan Kontrasepsi Modern sangat Penting dalam Mencegah Stunting

- Selasa, 15 Februari 2022 | 03:05 WIB
Konferensi pers dan talk show bertajuk “Pentingnya Peran Kontrasepsi Modern untuk Menyukseskan Program Keluarga Berencana dan Meningkatkan Kesehatan Reproduksi” secara virtual pada Senin, 14 Februari 2022 (SM/Prajtna Lydiasari)
Konferensi pers dan talk show bertajuk “Pentingnya Peran Kontrasepsi Modern untuk Menyukseskan Program Keluarga Berencana dan Meningkatkan Kesehatan Reproduksi” secara virtual pada Senin, 14 Februari 2022 (SM/Prajtna Lydiasari)

JAKARTAsuaramerdeka-jakarta.com - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mencatat, penurunan penggunaan alat kontrasepsi di kalangan masyarakat telah berdampak pada terjadinya 500.000 angka kehamilan tidak diinginkan (KTD) pada 2021.

Tingginya angka KTD dapat mengakibatkan berbagai risiko pada perempuan hamil yang meliputi depresi, gangguan kecemasan, tingkat stes, stunting pada bayi, dan bahkan berkontribusi pada angka kematian Ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKI).

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN), Hasto Wardoyo mengungkapkan bahwa selain mampu menekan angka kehamilan tidak diinginkan (KTD), angka Kematian Ibu (AKI) dan juga angka kematian bayi (AKB), perencanaan keluarga melalui penggunaan kontrasepsi modern juga sangat penting dalam mencegah stunting bagi penerus bangsa.

"Setiap kehamilan harus direncanakan dengan baik dan matang. Kehamilan yang tidak dipersiapkan dengan baik beresiko tinggi terhadap berkontribusinya angka stunting, karena kurangnya asupan gizi dan nutrisi pada ibu hamil dan terlalu dekatnya jarak antar kehamilan," ungkap Hasto dalam konferensi pers secara virtual pada Senin, 14 Februari 2022.

Saat ini, lanjut Hasto, prevalensi stunting pada bayi lahir sudah mencapai angka 23 persen. Oleh karena itu, pasangan usia subur diharapkan mendapatkan informasi dan sosialisasi yang cukup akan manfaat dan pentingnya penggunaan KB.

Untuk itu, Reckitt Indonesia melalui merek kontrasepsi global terpercaya, Durex, menjalin kolaborasi dengan BKKBN, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), dan Klikdokter melalui aplikasi pelayanan program Keluarga Berencana, KlikKB.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini dan program edukasi masyarakat yang inovatif melalui penggunaan aplikasi KlikKB," tuturnya.

Ia menambahkan penggunaan kontrasepsi modern harus didorong oleh kedua pihak, pria dan wanita.

Head of External Communications and Community Affairs Reckitt Indonesia, Donny Wahyudi mengatakan bahwa selama kondisi pandemi yang sudah berjalan hampir dua tahun lebih, tentunya terdapat sejumlah tantangan dan implikasi negatif pada sektor kesehatan, salah satunya adalah fenomena kehamilan yang tidak diinginkan (KTD). 

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rian Ernest Resmi Jadi Kader MKGR

Selasa, 31 Januari 2023 | 22:21 WIB

Instruksi Jokowi, Stabilkan Harga Beras!

Selasa, 31 Januari 2023 | 17:43 WIB

Perayaan Natal Kodam Jaya/Jayakarta Tahun 2022

Selasa, 31 Januari 2023 | 17:27 WIB

Ke Pasar Beringharjo, Ibu Iriana: Ayo Borong

Selasa, 31 Januari 2023 | 16:20 WIB
X