Dwikorita : BMKG Perkuat Kolaborasi Pentahelix Mitigasi Bencana Alam

- Kamis, 17 Februari 2022 | 19:19 WIB
Dwikorita : BMKG Perkuat Kolaborasi Pentahelix Mitigasi Bencana Alam (Tangkapan Layar)
Dwikorita : BMKG Perkuat Kolaborasi Pentahelix Mitigasi Bencana Alam (Tangkapan Layar)

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com, - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menyampaikan BMKG tak bisa bekerja sendiri untuk mitigasi bencana di Tanah Air. Menurutnya, partisipasi aktif dari kelima unsur Pentahelix (pemerintah, akademisi, industri, komunitas, dan media) menjadi kunci dalam manajemen bencana di Indonesia.

BMKG jelas-jelas tidak mungkin bekerja sendiri dalam upaya mitigasi bencana. Karenanya, kami selalu berupaya melakukannya dengan pendekatan kolaboratif dengan strategi pentahelix, termasuk akademisi dan kalangan kampus,” ungkap Dwikorita dalam Kuliah Umum Sekolah Lingkungan Universitas Indonesia, Jakarta, Rabu (16/2/2022) kemarin.

Baca Juga: Novel Mari Menari Karya Benny Benke Diterbitkan Relasi Inti Media

Dwikorita menyebut kolaborasi yang dimaksud yaitu membangun kesadaran bersama antara kelima unsur tersebut bahwa Indonesia adalah negara rawan bencana.

Dengan memiliki pemahaman yang sama soal bencana antara seluruh unsur tersebut, maka berbagai upaya pencegahan dan strategi dalam menghadapi bencana di tiap daerah dapat diterapkan dengan baik sehingga bisa menekan potensi timbulnya korban saat bencana.

Konsep pentahelix juga dinilai dapat mengurangi kecenderungan masyarakat untuk terlalu bergantung pada pemerintah dalam menghadapi bencana.

Baca Juga: Penggenapan Diri Benny Benke

"BMKG terus berpacu dalam menyajikan data yang tidak sekedar cepat, namun juga tepat dan akurat. Kami harap data-data tersebut dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk meminimalkan potensi kerugian akibat bencana," ujarnya.

Dwikorita menuturkan penerapan strategi pentahelix tersebut sangat dibutuhkan dalam membangun budaya adaptasi dan mitigasi bencana, serta penyebarluasan informasi, literasi, edukasi, dan advokasi sampai ke tingkat desa, RT/RW, Dasa Wisma, keluarga, dan individu untuk mencegah bencana dan mewujudkan zero victim.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemerintah Ajukan Kasasi Kasus KSP Indosurya

Minggu, 29 Januari 2023 | 18:28 WIB

Pos Indonesia Bantu Program ATM Beras

Sabtu, 28 Januari 2023 | 22:30 WIB
X