Disambut Baik, Sinyal WHO Jadikan Indonesia Pusat Produksi Vaksin Asia Tenggara

- Sabtu, 26 Februari 2022 | 13:02 WIB
Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo. (Andika Primasiwi)
Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo. (Andika Primasiwi)

“Induk holding BUMN farmasi itu telah lama dikenal sebagai manufaktur vaksin terbesar di Asia Tenggara. Yakni dengan kapasitas produksi Bio Farma yang mencapai 3,2 miliar, meliputi 14 jenis vaksin yang sudah diekspor ke lebih dari 150 negara,” ucapnya.

Dikatakan, kepercayaan dari WHO hanya permulaan. Hal itu juga bagian dari program transformasi besar-besaran yang sedang dilakukan di holding BUMN farmasi,” tukasnya. Seperti diketahui, WHO memberikan sinyal untuk menjadikan Indonesia sebagai hub atau pusat produksi vaksin covid-19 di Asia Tenggara.

Hal itu menyusul ditunjuknya Indonesia oleh WHO sebagai salah satu penerima manfaat dari transfer teknologi vaksin berbasis mRNA. Vaksin mRNA merupakan salah satu jenis vaksin yang dikembangkan untuk menangani atau mencegah penyebaran Covid-19.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Tumben, Tiket KA Nataru Sepi Peminat, Kurang Laris

Senin, 28 November 2022 | 22:42 WIB

Yudo Margono akan Gantikan Andika Perkasa

Senin, 28 November 2022 | 18:55 WIB

Emil dan Golkar Miliki Relasi Saling Melengkapi

Senin, 28 November 2022 | 18:14 WIB

Kajati DKI, Reda Manthovani Hijaukan Jakarta Selatan

Senin, 28 November 2022 | 16:27 WIB

Komisi I DPR Dukung RKUHP Segera Tuntas

Senin, 28 November 2022 | 15:21 WIB

DPR Pastikan Terus Dukung Kemajuan Alutsista TNI

Senin, 28 November 2022 | 13:37 WIB

Tommy Kruniawan Apresiasi Right Issue PT Adhi Karya

Senin, 28 November 2022 | 11:44 WIB

Kejar Kompetensi HSSE Via Inovasi HTCW 2022

Senin, 28 November 2022 | 09:48 WIB
X