Sempat Dukung Perpanjangan Jabatan Presiden, Golkar Diam-Diam Ubah Haluan untuk Koalisi dengan Demokrat, PKS?

- Sabtu, 5 Maret 2022 | 12:04 WIB

"Aspirasinya kami tangkap tentang keinginan adanya kebijakan berkelanjutan dan juga ada aspirasi kebijakan yang sama bisa terus berjalan,” kata Airlangga, sehari setelah Cak Imin mengusulkan penundaan pemilu 2024.


Wakil Ketua Umum Golkar Melchias Marcus Mekeng sempat menebalkan, partainya siap mengkaji dengan serius wacana perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo.
Menurut Mekeng perpanjangan masa jabatan presiden bukanlah hal yang tabu.

"Yang tidak bisa diubah hanya kitab suci. Di luar itu, semua bisa diubah, asal melalui mekanisme konstitusi," kata Mekeng.

 Baca Juga: Progres Proyek Pengembangan Bandara Sam Ratulangi Manado Capai 99 Persen

Sementara itu, ihwal pertemuan yang konon menyepakati kesepatan baru Golkar menolak perpanjangan jabatan Jokowi itu, tak ada satu pun elite parpol yang hadir dalam pertemuan tersebut bisa dikonfirmasi.

Politisi senior Golkar, Nurdin Halid, mengaku tidak mengetahui adanya pertemuan itu.

Nurdin juga menegaskan sikapnya untuk tetap berkonsentrasi menyongsong Pemilu 2024.

Baca Juga: Angkasa Pura I Siapkan Langkah Antisipasi Cuaca Ekstrim


“Kebetulan saya sedang di luar kota jadi tidak tahu pertemuan tersebut. Sikap DPP dan seluruh jajarannya tetap konsisten melakukan berbagai kegiatan uk memenangkan pileg pilpres dan pilkada 2024,” katanya kepada wartawan.

Nurdin sebelumnya juga secara tegas menolak wacana penundaan Pemilu tahun 2024. Dia justru mengajak segenap elemen bangsa untuk menyukseskan penyelenggaraan Pemilu dan memilih penerus kepemimpinan Jokowi.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemilu 2024 Harus Sesuai Harapan Publik

Jumat, 2 Desember 2022 | 18:11 WIB

Mahasiswa Apoteker dan UTA '45 Serukan Boikot PN UKAI

Kamis, 1 Desember 2022 | 22:05 WIB
X