Setara Institute Pertanyakan Perubahan Status Tersangka Anthony Hamzah dari Perusakan ke Pemerasan

- Minggu, 6 Maret 2022 | 20:49 WIB
Wakil Ketua Setara Institute Bonar Tigor Naipospos. (Istimewa)
Wakil Ketua Setara Institute Bonar Tigor Naipospos. (Istimewa)

JAKARTA - Wakil Ketua Setara Institute Bonar Tigor Naipospos mempertanyakan langkah Polres Kampar, Riau, yang mengubah status Anthony Hamzah dari tersangka perusakan menjadi tersangka pemerasan.

Anthony Hamzah adalah Ketua Koperasi Petani Sawit Mandiri (Kopsa M) yang memperjuangkan nasib 997 petani sawit di Pangkalan Bun, Siak Hulu, Kampar, menghadapi PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V dan PT Langgam Harmuni.

Pihaknya berharap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk bertindak tegas terhadap jajaran di bawahnya yang serampangan dan diduga melakukan kriminalisasi.

"Kejaksaan Negeri Kampar akhirnya mengikuti irama Polres Kampar. Anthony dikriminalisasi karena memperjuangkan hak 997 petani atas kemitraan yang tidak setara dengan PTPN V, pelapor dugaan tindak pidana korupsi PTPN V di Kejati Riau dan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), serta pelapor dugaan perampasan 400 hektare kebun petani oleh PT Langgam Harmuni," kata Choky, panggilan akrab Bonar Tigor Naipospos, dalam rilisnya, Sabtu (5/3/2022).

Melalui surat perintah penahanan tingkat penuntutan, kata Choky, Kejari Kampar mengeluarkan perpanjangan penahanan 2 hari sebelum masa penahanan di kepolisian berakhir pada 4 Maret 2022.

"Dari surat tersebut tampak jelas bagaimana Polres Kampar suka-suka mengubah tuduhan kepada Anthony. Jika sebelumnya Anthony dituduh sebagai aktor intelektual perusakan, saat ini berubah menjadi pelaku pemerasan," jelasnya.

Perubahan sangkaan terhadap Anthony, lanjut Choky, memang ditujukan untuk membungkam Ketua Kopsa M.

 "Dalam sekejap Polres Kampar menyulap tuduhan perusakan menjadi pemerasan. Visi Presisi Polri yang setiap saat diingatkan oleh Kapolri, ternyata di lapangan diabaikan oleh oknum anggota Polri, dan ironisnya dibiarkan oleh pimpinan Polri," sesalnya.

Sebab itu, kata Choky, Setara Institute dan Kopsa M mendorong Jaksa Agung dan Jaksa Agung Muda Pidana Umum untuk mengambil alih kasus ini, lalu mengadakan gelar perkara di Kejagung dan menghentikan dugaan kriminalisasi terhadap Anthony Hamzah

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lagi, Sido Muncul Bantu Cianjur

Selasa, 6 Desember 2022 | 06:33 WIB

Perpusnas Sejahterakan Masyarakat

Senin, 5 Desember 2022 | 15:46 WIB
X