Harga Pertamax Tidak Naik, Beban Pertamina Bertambah?

- Jumat, 18 Maret 2022 | 08:43 WIB
BBM nonsubsidi, mulai dari Pertamax, Pertamax Turbo, dan Pertamina Dex, adalah kelompok menengah atas yang mengonsumsi BBM berkualitas dan ramah lingkungan. (Istimewa)
BBM nonsubsidi, mulai dari Pertamax, Pertamax Turbo, dan Pertamina Dex, adalah kelompok menengah atas yang mengonsumsi BBM berkualitas dan ramah lingkungan. (Istimewa)

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com, – Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax seperti yang telah dilakukan perusahaan lain terhadap produk sejenis dinilai wajar dilakukan PT Pertamina (Persero). Pasalnya, Pertamax adalah termasuk BBM yang tidak disubsidi Pemerintah sehingga dapat mengikuti harga pasar. Dari empat jenis BBM nonsubsidi, memang baru tiga jenis BBM yang harganya sudah disesuaikan, yaitu Petamax Turbo, Pertade, dan Dexlite, dimana volume penjualannya hanya 3% saja.

Sedangkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax, yang volumenya sekitar 14%, saat ini dijual Rp9.000 per liter. Harga tersebut sudah bertahan sejak lebih dari dua tahun lalu. Padahal produk BBM sejenis Pertamax dengan kadar oktan (RON) 92 dari perusahaan lain dijual sekitar Rp11.900-Rp12.990 per liter.

Baca Juga: Perang dan Damai

David E Sumual, Kepala Ekonomi PT Bank Central Asia Tbk (BCA), mengatakan untuk menyesuaikan harga Pertamax, bisa dengan membandingkan dengan pesaing Pertamina. Misalnya produk BBM RON 92, pesaing Pertamina sudah mirip dengan harga market. “Pertamax dan Pertalite kan tidak dalam posisi harga minyak sekarang,” ujarnya, Kamis (17/3/2022).

Menurut David perbedaan harga Pertamax - Pertalite dengan harga market sekitar US$20-40 per barel, bergantung pada pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS, yakni saat ini antara Rp14.200-Rp14.400 per dolar AS. “Harga Pertamax-Pertalite memang wajar untuk dinaikkan, apalagi produk sejenis dari perusahaan lain sudah dinaikkan,” katanya.

Baca Juga: Novel Mari Menari Karya Benny Benke Diterbitkan Relasi Inti Media

Namun, pemerintah melalui Pertamina sudah memutuskan bahwa harga Pertalite masih tetap dipertahankan stabil. Selain Pertalite, harga Solar Subsidi tidak berubah. Saat ini 83% dari volume BBM yang dijual Pertamina adalah BBM yang disubsidi negara. Sebagaimana barang subsidi pada umumnya, BBM subsidi diperuntukan bagi masyarakat yang kurang mampu, transportasi umum, dan usaha kecil.

Menurut David, volume Pertalite saat ini sudah paling tinggi. Dengan mobilitas masyarakat yang semakin baik, konsumsi Pertalite juga akan terus meningkat. Dengan volume yang semakin naik, beban yang harus ditanggung Pertamina juga akan semakin besar. Apalagi tanpa ada kenaikan harga Pertamax yang tidak disubsidi karena dikonsumsi masyarakat mampu.

“Sekali lagi, ini bergantung pada kursnya di berapa, harga minyak global kira-kira berapa? Sedangkan badan usaha lain sudah mengikuti dua variabel utama ini,” katanya.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kominfo Tingkatkan Kemampuan Humas Lewat Jarkom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 16:36 WIB

Soal Tanam Maju, Ini Penjelasannya

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 12:44 WIB

Jelang Pilpres 2024, Parpol Mulai Tawar Menawar

Jumat, 30 September 2022 | 20:38 WIB
X