Dana Muktamar IDI Jadi Polemik, Pengamat Jangan Asal Bunyi

- Jumat, 25 Maret 2022 | 11:25 WIB

JAKARTA ,suaramerdeka-jakarta.com- Dihelatnya Muktamar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke-XXXI di Banda Aceh pada 22-25 Maret 2022 merupakan sebuah berkah untuk masyarakat Aceh pada umumnya, dan sejawat dokter pada khususnya.

Pertemuan akbar sebuah organisasi profesi terhormat yang sudah memberikan sumbangsih mereka sejak zaman pra-kemerdekaan Indonesia.

Terutama di masa pandemi COVID-19 seperti saat ini, para dokter berada di barisan terdepan dalam menyelamatkan nyawa manusia bahkan terkadang tanpa mempedulikan nyawa mereka sendiri.

Baca Juga: Swiss Terbuka 2022: Adnan/Mychelle Harusnya Bisa Menang Lawan Pasangan Prancis, Ternyata Malah Tersungkur

Ratusan  relawan dokter Indonesia yang menangani pasien COVID-19 juga kemudian terpapar dan menjadi korban pandemi itu sendiri.

Dimakamkan secara sederhana sesuai protokol kesehatan COVID-19. Jauh dari keriuhan dan gegap gempita, seperti pemakamam seorang pahlawan yang gugur di medan tugas membela bangsa dan negara.

Penggunaan dana Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) sebesar Rp 2 miliar seharusnya tidak perlu dikait-kaitkan dengan masalah empati sebuah organisasi profesi.

Baca Juga: Pengamat Asuransi; Asuransi Barang Milik Negara dan Barang Milik Daerah Sangat Penting

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tragedi Stadion Kanjuruhan Harus Diinvestigasi Total

Minggu, 2 Oktober 2022 | 09:11 WIB

3000 Pohon Bakau Ditanam di Pesisir Pantai Jakarta

Minggu, 2 Oktober 2022 | 09:03 WIB

Kapolri; Persatuan-Kesatuan adalah Kunci

Minggu, 2 Oktober 2022 | 06:15 WIB

Kominfo Tingkatkan Kemampuan Humas Lewat Jarkom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 16:36 WIB

Soal Tanam Maju, Ini Penjelasannya

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 12:44 WIB
X