Solar Langka, Nelayan Aceh: Subsidi Solar Lebih Mendesak daripada Anggarkan Pemilu

- Rabu, 30 Maret 2022 | 10:23 WIB
Nelayan Aceh membentangkan spanduk yang berisi tentang subsidi solar dan Pemilu (Istimewa)
Nelayan Aceh membentangkan spanduk yang berisi tentang subsidi solar dan Pemilu (Istimewa)

BANDA ACEH- Kelangkaan solar di Banda Aceh tampaknya bakal berkepanjangan menyusul mencuatnya masalah serupa di berbagai wilayah di Indonesia.

Pasalnya, masyarakat di Serambi Mekkah ini sudah lama mengalami kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar.

“Sudah berbulan-bulan langka, tapi sekarang ini makin parah, antre berjam-jam di SPBU. Kalau begini bagaimana melaut,” kata perwakilan kelompok nelayan Syarifuddin, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Selasa (29/3).

Menurutnya, banyak nelayan yang belakangan enggan melaut karena sulit mendapatkan solar.

Di antara mereka bahkan terpaksa membeli solar ke toko eceran dengan harga yang lebih tinggi.

“Saya dengar karena kuotanya dikurangi oleh pusat, ada pula yang bilang karena dipasok ke penambangan ilegal,“ ujarnya.

Atas persoalan tersebut, ia mendesak pemerintah untuk menambah kuota solar bersubsidi serta mengusut para pihak yang melakukan penyelewengan.

Di samping itu, ia juga minta agar para nelayan diutamakan saat mengisi solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

“Sudah tahu permintaan naik, kuota malah dikurangi. Ini sama saja melarang kami melaut,” ungkap Syarifuddin.

Halaman:

Editor: Fauzan Jazadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tragedi Stadion Kanjuruhan Harus Diinvestigasi Total

Minggu, 2 Oktober 2022 | 09:11 WIB

3000 Pohon Bakau Ditanam di Pesisir Pantai Jakarta

Minggu, 2 Oktober 2022 | 09:03 WIB

Kapolri; Persatuan-Kesatuan adalah Kunci

Minggu, 2 Oktober 2022 | 06:15 WIB

Kominfo Tingkatkan Kemampuan Humas Lewat Jarkom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 16:36 WIB

Soal Tanam Maju, Ini Penjelasannya

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 12:44 WIB
X