BPS mencatat Inflasi 2,64% di Maret 2022 , Migor Mahal Pengaruhi Inflasi

- Jumat, 1 April 2022 | 14:00 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga minyak goreng meningkat sejak Oktober 2021 hingga Maret 2022. Hal ini terjadi pada minyak goreng curah dan kemasan (Screenshoot instagram/@bps_statistic)
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga minyak goreng meningkat sejak Oktober 2021 hingga Maret 2022. Hal ini terjadi pada minyak goreng curah dan kemasan (Screenshoot instagram/@bps_statistic)

 

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com-
Kenaikan harga minyak goreng mempengaruhi inflasi bulanan di dalam negeri. Maklum, minyak goreng masuk dalam kelompok makanan, minuman, dan tembakau

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga minyak goreng meningkat sejak Oktober 2021 hingga Maret 2022. Hal ini terjadi pada minyak goreng curah dan kemasan.

"Dari tabel terlihat harga mulai tinggi Oktober 2021, November 2021, sampai Maret 2022 ini terus naik untuk dua jenis minyak goreng," ungkap Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers, Jumat (1/4).

Rinciannya, andil minyak goreng ke inflasi bulanan sebesar 0,05 persen pada Oktober 2021, 0.08 persen pada November dan Desember 2021, serta 0,01 persen pada Januari.

Baca Juga: Pengamat Apresiasi Kenaikan Harga Pertamax

Kemudian, minyak goreng sempat menyumbang deflasi sebesar 0,11 persen pada Februari 2022. Hal ini seiring dengan kebijakan pemerintah yang menetapkan harga eceran teratas (HET) minyak goreng kemasan sederhana sebesar Rp13.500 per liter, premium Rp14 ribu per liter, dan curah Rp11.500 per liter.

Tak ayal, harga minyak goreng kembali melonjak bulan ini. Hal ini mempengaruhi andil minyak goreng ke inflasi bulanan yang mencapai 0,04 persen per Maret 2022

Secara keseluruhan, inflasi tercatat 0,66 persen secara bulanan pada Maret 2022. Sementara, secara tahunan terjadi inflasi 2,64 persen.

Halaman:

Editor: Arief Sinaga

Tags

Terkini

Tragedi Kanjuruhan Jangan Sampai Terulang

Selasa, 4 Oktober 2022 | 13:59 WIB
X