Guru Besar Unas Kecam Rencana Pertamina Beli Minyak ke Rusia

- Sabtu, 2 April 2022 | 16:18 WIB
Prof Yuddy Chrisnandi (Istimewa)
Prof Yuddy Chrisnandi (Istimewa)

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com, – Guru Besar Universitas Nasional, Prof Yuddy Chrisnandi, mengkritik rencana perusahaan minyak nasional, Pertamina, yang ingin membeli minyak mentah dari Rusia di tengah invasi negara tersebut ke Ukraina.

Yuddy menilai rencana itu sangat merusak kredibilitas bangsa Indonesia dan dapat berpotensi negara mengalami kerugian besar jika rencana tersebut dilanjutkan. Ia mengatakan, seharusnya Indonesia yang sudah mengambil posisi “mengutuk” invasi Rusia ke Ukraina di Majelis umum PBB bisa bersikap konsisten dengan mengedepankan simpati dan empati kepada penderitaan rakyat Ukraina.

“Mereka itulah yang menjadi korban serangan Rusia, dan simpati kita dengan konsisten pada sanksi terhadap Rusia hingga negara itu menarik diri dari Ukraina,” kata Prof Yuddy dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (2/4/2022).

Baca Juga: Putin, Biden dan Adzan

Dengan ketergantungan ekonomi Rusia terhadap minyak dan gas alam yang mereka miliki, Yuddy bisa memastikan bila invasi ke Ukraina terus mereka gulirkan, dana hasil penjualan migas itulah yang akan mereka gunakan untuk membiayainya.

“Artinya, secara tak langsung negara pembeli migas Rusia itu yang membantu membelikan mereka peluru, bom dan segala bahan dan mesin perang untuk terus menginvasi,” katanya.  

Bila dilanjutkan, maka akan sangat kentara hubungannya antara dana penjualan migas tersebut dengan sekian banyak kematian dan tangis yang merebak di kota-kota Ukraina.

Baca Juga: Rusia, Ukraina, AS dan NATO; Siapa Pandawa, Siapa Kurawa?

“Lalu bagaimana muka Indonesia akan ditaruh dalam pergaulan di antara bangsa-bangsa beradab, terutama dalam hubungannya dengan Gerakan Non-Blok yang ikut kita bangun?” tanya Yuddy.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kominfo Tingkatkan Kemampuan Humas Lewat Jarkom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 16:36 WIB

Soal Tanam Maju, Ini Penjelasannya

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 12:44 WIB

Jelang Pilpres 2024, Parpol Mulai Tawar Menawar

Jumat, 30 September 2022 | 20:38 WIB
X