Terus,Terus….Berikan…

- Senin, 11 April 2022 | 06:47 WIB
Wina Armada Sukardi (Arsip Pribadi)
Wina Armada Sukardi (Arsip Pribadi)

Oleh Wina Armada Sukardi

Cuplikan Kisah Human Interest (9)

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com,- Sewaktu masih berada di gedung Pengadilan Jakarta Pusat, seusai sidang hari itu, saya sudah memeriksa dompet pribadi. Saya sedang mau menuju tempat parkir mobil di luar, di pinggir jalan. Saya mencari uang untuk parkir. Tetapi yang ada waktu itu kebetulan cuma uang lembaran seratus ribuan. Dompet saya masukan lagi ke tas.

Biasanya di setiap mobil saya rumah, ada uang pecahan Rp 2 ribu atau Rp 5 ribu buat parkir. Tadi sewaktu sudah parkir dan mau turun mobil, saya sudah periksa seluruh mobil, sampai di sudut-sudutnya, tak tak ada uang sama sekali. Bahkan uang logam yang biasanya menumpuk juga tak ada. 

Ini pasti lantaran mobil sebelumnya dipakai anggota keluarga saya lain, biasanya anak-anak, dan mereka memakai uang yang ada buat parkir dan lain-lain, sehingga uangnya ludes, tetapi tak menggantinya kembali. Mungkin lupa.

Padahal sudah berkali-kali wanti-wanti ke seluruh anggota keluarga, di mobil harus disiapkan uang untuk parkir secukupnya dan e-monay buat tol dan parkir elektronik. Biar tak repot jika mau bayar pakir dan atau masuk tol.

Di Jakarta ada dua jenis perkir: resmi, yang sekarang hampir semuanya cashless dan harus dibayar pakai kartu, bahkan banyak yang sudah tidak memakai petugas parkir lagi. Kedua, parkiran umum yang resmi, setengah resmi, atau tidak resmi. Di tempat-tempat ini kita bayar ke tukang parkir begitu saja, tanpa tanda terima karcis atau stroke parkir.

Di tempat parkir resmi pun, terladang masih ada tukang parkirnya. Selain mengatur-ngatur parkir, mereka sering pula mencarikan ruang parkir buat kita, dengan imbalan, tentu saja.
Tukang parkir di ruang publik di Jakarta sudah seperti tukang sulap.

Waktu kita susah mencari tempat parkir, atau memakir mobil, mereka tak kehilatan batang hidungnya. Entah dimana. Tapi begitu kita mau pulang , dan meninggalkan tempat parkir, simsalabim, tiba-tiba mereka pas nongol. Entah datang dari mana. Kepada setiap mobil yang pergi, mereka siap menanggok uang parkir. 

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemerintah Ajukan Kasasi Kasus KSP Indosurya

Minggu, 29 Januari 2023 | 18:28 WIB

Pos Indonesia Bantu Program ATM Beras

Sabtu, 28 Januari 2023 | 22:30 WIB
X