Presidensi G20 Indonesia Dorong Kesetaraan dan Pemberdayaan Perempuan

- Selasa, 12 April 2022 | 10:23 WIB
diskusi daring bertema "Perempuan Berdaya, Bangsa Berjaya" yang digelar Forum Merdeka Barat 9 (FMB9), Senin, (11/4/22).
diskusi daring bertema "Perempuan Berdaya, Bangsa Berjaya" yang digelar Forum Merdeka Barat 9 (FMB9), Senin, (11/4/22).

Yessie mengungkapkan Indonesia akan mendesak masing-masing korporasi mengevaluasi keterlibatan kempemimpinan perempuan dalam perusahaannya. "Kemudian juga salary gap yang harus diadress. Jadi itu adalah terkait KPI perusahaan," ungkapnya.

Selanjutnya, Indonesia juga akan menyoroti terkait Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Menurutnya, selama G20 Empower berdiri, masalah seputar UMKM belum disorot.

“Jadi ini adalah tahun ketiga kita ada di G20 empower. Dan selama tiga tahun ini, yang difokuskan baru di privat sector, belum UMKM," pungkasnya.

Sehingga di bawah Presidensi G20, Indonesia akan fokus menyoroti bagaimana private sector atau sektor swasta berkontribusi meningkatkan UMKM.
Sementara isu prioritas ketiga yang akan disorot Indonesia di G20 Empower adalah memastikan adanya digital skill.

“Karena kita yakin bahwa pemimpin perempuan masa depan mungkin akan punya skil-skill yang sangat berbeda dari yang mereka punya per hari ini,"

Pada kesempatan yang sama, Staf Khusus Presiden Republik Indonesia, Angkie Yudistia menyampaikan Indonesia terus menunjukkan komitmennya memberikan perlindungan dan menyelesaian isu kesetaraan penyandang disabilitas. Hal ini dibuktikan dengan membentuk dan melantik anggota Komisi Nasional Disabilitas (KND) serta dilibatkan dalam panggung gelaran G20 2022 ini.

Indonesia juga akan memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang dalam pertemuan tingkat tinggi perwakilan bangsa-bangsa di dunia atau Presidensi G20 tahun 2022 ini. Salah satunya adalah isu kesetaraan penyandang disabilitas di berbagai sektor.

“Ini momentum yang membuktikan bahwa perempuan dengan berkebutuhan khusus ini menjadi inklusifitas. Jadi negara itu sebenarnya hadir untuk perempuan dengan berkebutuhan khusus," kata Angkie.

Angkie menyebut, sejumlah gebrakan kebijakan pemerintah menunjukkan kepada publik betapa negara sungguh hadir menyelesaian isu kesetaran penyandang disabilitas. Kehadiran negara sebagai komitmen untuk memberikan kesempatan yang sama kepada para penyandang disabilitas.

“Dan ini kita menyaksikan sendiri bagaimana bapak Presiden dan juga jajaran di pemerintahaan menunjukkan kepada publik akan komitmen untuk memberikan kesempatan yang sama kepada perempuan dengan kebutuhan khusus," ujarnya.

Halaman:

Editor: Fauzan Jazadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rian Ernest Resmi Jadi Kader MKGR

Selasa, 31 Januari 2023 | 22:21 WIB

Instruksi Jokowi, Stabilkan Harga Beras!

Selasa, 31 Januari 2023 | 17:43 WIB

Perayaan Natal Kodam Jaya/Jayakarta Tahun 2022

Selasa, 31 Januari 2023 | 17:27 WIB

Ke Pasar Beringharjo, Ibu Iriana: Ayo Borong

Selasa, 31 Januari 2023 | 16:20 WIB
X