Kemendikbudristek Gelar Muhibah Budaya Jalur Rempah, Menyusuri 6 Titik Pelayaran

- Selasa, 19 April 2022 | 14:53 WIB
 (SM/Dok)
(SM/Dok)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan menggelar Muhibah Budaya Jalur Rempah yang sebelumnya tertunda karena pandemi Covid-19.

Muhibah Budaya Jalur Rempah dimulai 1 Juni 2022 dan berakhir 2 Juli 2022 dengan mengarungi lintas samudra menyusuri enam titik Jalur Rempah, yakni Surabaya, Makassar, Baubau-Buton, Ternate-Tidore, Banda, dan Kupang.

"Kegiatan ini merupakan pelayaran menggunakan Kapal Republik Indonesia (KRI) Dewaruci, kapal latih TNI Angkatan Laut yang membawa pemuda-pemudi pilihan dari 34 provinsi dengan tujuan untuk napak tilas Jalur Rempah Nusantara," ujar Direktur Jenderal Kebudayaan Kemdikbudristek, Hilmar Farid melalui keterangan tertulis, Selasa, 19 April 2022.

Hilmar menjelaskan bahwa peserta akan disebar dalam empat titik pergantian atau pertukaran peserta, yaitu Surabaya, Makassar, Ternate, dan Kupang. Hilmar mengatakan bahwa Jalur Rempah sebenarnya terbentang tidak hanya di Nusantara, tetapi sampai timur Afrika.

"Nusantara (khususnya bagian timur) adalah hulu Jalur Rempah yang berperan dalam sejarah, bahkan jauh sebelum kedatangan bangsa Eropa. Selain itu, Jalur Rempah menjadi penting untuk melengkapi agenda poros maritim dunia dari sisi kultural, yakni membangkitkan kesadaran maritim," katanya.

Jumlah peserta Muhibah Budaya Jalur Rempah setiap koridor pelayaran sebanyak 134 orang yakni 126 laki-laki dan 8 perempuan, yang terdiri dari awak TNI AL KRI Dewaruci 80 orang, perwakilan provinsi 42 orang, pendamping/mentor 6 orang, dan media 6 orang.

Pelayaran ditandai dengan Festival Jalur Rempah, mengangkat kekayaan alam dan budaya masing-masing titik singgah yang dirajut dari elemen budaya berupa seni, kriya, kuliner, ramuan, wastra, dan kesejarahan.

Di antaranya, upacara penyambutan dan pelepasan KRI Dewaruci beserta peserta yang dimeriahkan oleh atraksi seni khas daerah, kunjungan ke situs cagar budaya, diskusi dan praktek budaya, pemutaran film, penanaman serempak pohon rempah, serta gala dinner bersama gubernur, walikota, dan stakeholder terkait.

Di titik Ternate-Tidore, gala dinner dihadiri oleh Sultan Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo. Kegiatan ini sebagai upaya diplomasi budaya dan menguatkan posisi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Kita ingin melihat jalur rempah “dari geladak kapal kita sendiri”.***

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Tragedi Kanjuruhan Jangan Sampai Terulang

Selasa, 4 Oktober 2022 | 13:59 WIB
X