Tidak Aman, Penggunaan Telur dari Ayam Berkandang Harus Dihentikan

- Kamis, 21 April 2022 | 20:26 WIB
Ilustrasi (Pixabay.com)
Ilustrasi (Pixabay.com)


JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com, SuperIndo, jaringan supermarket yang dimiliki oleh pengecer Belanda Ahold Delhaize, kembali disorot setelah penyelidikan sekali lagi mengungkapkan beberapa pelanggaran peraturan keamanan pangan dan kesejahteraan hewan pada dua pemasok telurnya. Penyelidikan oleh organisasi perlindungan konsumen internasional Equitas menemukan sejumlah fakta.

Pertama, induk ayam terluka secara fisik dan cacat akibat pengaturan kandang yang kotor dan berbahaya. Kemudian, kotoran hewan dalam tumpukan setinggi satu meter, ditemukan berserakan pada peralatan dan kandang yang menampung burung dan telur. Ditemukan pula serangga yang mengerumuni area fasilitas, di antara hewan, kotoran, dan telur

Rekaman ini diambil di peternakan Sumber Rejeki dan peternakan CV Bumi Ayu Sejati, dua pemasok telur SuperIndo. Pada bulan Juni 2021, pengaduan resmi telah diajukan ke Kementerian Pertanian setelah penyelidikan sebelumnya menemukan kondisi serupa di sebuah peternakan yang telurnya dijual di bawah merek label pribadi Ahold Delhaize, 365, di toko-toko SuperIndo.

“Ini adalah investigasi ketiga terhadap rantai pasokan telur Ahold Delhaize di Indonesia di mana ditemukannya pelanggaran signifikan terhadap aturan keamanan pangan dan kesejahteraan hewan,” kata Manajer Kampanye Equitas Bonnie Tang melalui siaran tertulis.

Menurutnya, gerai-gerai SuperIndo terus menjual telur yang diproduksi di peternakan telur “kandang baterai” kejam yang menimbulkan risiko bagi kesehatan konsumen. Semua toko Ahold Delhaize di luar Indonesia telah berjanji untuk hanya menjual telur bebas kandang pada tahun 2025.

Baca Juga: Mafindo: Status Risiko BPA pada Galon Guna Ulang Berbahaya!

"Kami mendesak perusahaan untuk memperlakukan pelanggan Indonesia secara setara dan menentukan sikap dengan menentukan waktu berakhirnya penjualan telur berkandang di negara ini,” ungkapnya.

Di Indonesia, lebih dari tujuh puluh bisnis makanan internasional terkemuka, termasuk KFC, Pizza Hut, Burger King, dan Nestle, telah menetapkan batas waktu untuk mengakhiri penggunaan telur berkandang dan beralih ke telur bebas kandang. Telur ini lebih aman bagi pelanggan dan lebih manusiawi bagi hewan.

Perusahaan makanan Indonesia juga sudah mulai membuat komitmen mengenai isu ini. Seperti grup ritel konsumen terkemuka Mitra Adiperkasa (MAP) beralih untuk hanya menggunakan telur bebas kandang di rantai restoran Pizza Marzano, dan grup toko roti yang berbasis di Jakarta, Hokkaido Baby, berjanji untuk hanya menggunakan telur bebas kandang pada tahun 2023.

Pengecer Marks & Spencer, juga telah menetapkan waktu akan beralih ke telur bebas kandang di dalam negeri dan global, dan pengecer internasional lainnya yang beroperasi di Asia termasuk Tesco, Metro, Carrefour, Auchan, Aldi, dan Costco, telah membuat komitmen global yang sama.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Diserang Buzzer, Elektabilitas Puan Justru Naik

Senin, 3 Oktober 2022 | 08:42 WIB

Relawan Puan Bagikan Bantuan Pupuk Untuk Petani

Minggu, 2 Oktober 2022 | 20:13 WIB

Ikuti Parade Kebaya, Puan Jadi Sasaran Selfie

Minggu, 2 Oktober 2022 | 19:11 WIB

Gas Air Mata: All You Want To Know

Minggu, 2 Oktober 2022 | 19:00 WIB

Kejaksaan Jadi Lembaga Hukum Paling Dipercaya Publik

Minggu, 2 Oktober 2022 | 17:28 WIB
X