Prabowo-Puan Ungguli Anies-AHY dalam Survei SMRC

- Sabtu, 23 April 2022 | 14:04 WIB
Tangkapan layar Saiful Mujani saat memaparkan hasil survei SMRC. (Saktia Andri Susilo)
Tangkapan layar Saiful Mujani saat memaparkan hasil survei SMRC. (Saktia Andri Susilo)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com – Pasangan Prabowo Subianto-Puan Maharani lebih unggul dibandingkan Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Hal itu diketahui dalam simulasi pilihan tertutup dua pasang nama calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres), yang akan dipilih bila pemilihan presiden (Pilpres) dilakukan sekarang.

“Selisihnya tidak terlalu signifikan, yakni 41,0 persen memilih Prabowo-Puan dan 37,9 persen memilih Anies-AHY. Sementara, 21,0 persen tidak tahu/tidak menjawab,” kata Saiful Mujani dalam kanal Youtube Bedah Politik SMRC TV, Kamis (21/4)

Dalam simulasi berikutnya, pasangan Ganjar Pranowo-Airlangga Hartarto memperoleh 40,3 persen dan unggul tipis dari pasangan Prabowo-Puan yang memperoleh 39,3 persen. Adapun yang tidak tahu atau tidak menjawab sebesar 20,5 persen.

“Sedangkan dalam simulasi tiga pasang nama, hasilnya juga sangat seimbang. Sehingga masih harus melihat perkembangan dua tahun ke depan,” ujarnya.

Dimana pasangan Anies-AHY sebesar 29,8 persen, Ganjar-Airlangga sebesar 28,5 persen dan Prabowo-Puan sebesar 27,5 persen. Sementara, 14,3 persen menjawab tidak tahu/tidak menjawab

Dia menambahkan, akan muncul beberapa kemungkinan poros koalisi. Yakni koalisi dengan empat poros, yaitu poros Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), poros Partai Gerindra, poros Partai Golkar dan poros Partai Nasdem.

“Koalisi empat poros bisa, tapi kecil kemungkinannya. Hal itu karena PDIP yang bisa mencalonkan presiden tanpa koalisi, kemungkinan besar tidak memilih jalan sendiri. Hal itu karena cara ini dinilai tidak strategis dan tidak taktis untuk menang,” tandasnya.

Tiga Poros
Sementara dalam koalisi tiga poros, kemungkinan pertama adalah poros PDIP dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Amanat Nasional (PAN). Yakni dengan kemungkinan capres Ganjar (berpasangan dengan Khofifah Indar Parawansa, Yahya Staquf, Ridwan Kamil atau Erick Thohir).

“Kemudian poros Gerindra dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan capres Prabowo berpasangan dengan Muhaimin Iskandar. Lalu poros Golkar dengan Nasdem, Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS),” paparnya.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Pemilu 2024 Harus Sesuai Harapan Publik

Jumat, 2 Desember 2022 | 18:11 WIB

Mahasiswa Apoteker dan UTA '45 Serukan Boikot PN UKAI

Kamis, 1 Desember 2022 | 22:05 WIB
X