Proyek Air Bersih Bantu Kehidupan Warga

Arif Muhammad Iqbal
- Selasa, 26 April 2022 | 14:09 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani akan meresmikan obyek wisata The New Kemukus di Kabupatan Sragen. Sebelumnya, Puan juga meresmikan proyek sambungan air bersih bagi warga Desa Gendayakan, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri. (Dok. Media Ketua DPR)
Ketua DPR RI Puan Maharani akan meresmikan obyek wisata The New Kemukus di Kabupatan Sragen. Sebelumnya, Puan juga meresmikan proyek sambungan air bersih bagi warga Desa Gendayakan, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri. (Dok. Media Ketua DPR)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Warga Desa Gendayakan, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri, kini tidak perlu lagi berjalan jauh untuk mendapatkan akses air bersih. Warga juga tidak perlu lagi mengandalkan air tanki bantuan.

“Sarana air bersih ini bisa terbangun berkat gotong royong antar pemerintah daerah, perguruan tinggi dan warga,” kata Ketua DPR RI Puan Maharani, Selasa (26/4).

Proyek sambungan rumah air bersih yang diresmikannya hari ini tersebut, dinilainya dapat membantu kehidupan sehari-hari warga. Apalagi, selama puluhan tahun warga Desa Gendayakan dan sekitarnya kesulitan air bersih.

“Masyarakat Desa Gandayakan selama ini sangat kesulitan air, karena berada di kawasan kering dan berbatu gamping. Kita bersyukur pengerjaan proyek air bersih sudah selesai,” ujarnya.

Masalah akses air bersih yang belum merata, sudah menjadi perhatian dia sejak masih menjabat menjadi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Dia menyebut, pentingnya menjaga kelestarian sumber air, terutama di wilayah-wilayah dengan geografis yang sulit air.

Saat itu, Puan menggencarkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Adapun Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengatakan, dari total warga yang selalu mengalami kesulitan air bersih, kini tinggal 20 persen yang belum menikmati proyek air bersih.

Dia juga mengakui, sejak dulu Puan mendorong agar pemerintah daerah memprioritaskan program penanganan krisis air. “Dimana hal itu memang sangat penting dan mendesak,” tandas Joko.

Apalagi, kondisi geografis Desa Gendayakan memang berbukit-bukit dan berbatu kapur. Sehingga, setiap musim kemarau, hampir bisa dipastikan Desa Gendayakan menjadi langganan kekeringan dan krisis air bersih.

Desa tersebut terletak 68 kilometer dari Kota Wonogiri dan berada pada ketinggian 195 meter di atas permukaan laut. Wilayah terebut masuk dalam gugus karst Pegunungan Sewu.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Semeru Awas! Hampir 2 Ribu Jiwa Mengungsi

Minggu, 4 Desember 2022 | 18:18 WIB

Prita Kemal Gani Terus Menginspirasi.

Minggu, 4 Desember 2022 | 11:46 WIB

Peneliti Asing Erik Meijaard Dilaporkan Melanggar UU

Sabtu, 3 Desember 2022 | 23:57 WIB
X