DR. Saraswati Putri; Pembunuhan Perempuan Ukraina oleh militer Rusia, Kejahatan Perang

- Rabu, 27 April 2022 | 11:05 WIB
DR. Saraswati Putri (Istimewa)
DR. Saraswati Putri (Istimewa)

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com,- Akademisi filsafat Universitas Indonesia menilai laporan mengenai kekerasan seksual dan pembunuhan yang terjadi terhadap para perempuan Ukraina oleh militer Rusia, merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Menurut DR. Saraswati Putri kekerasan berbasiskan gender ini tidak dapat dianggap sebagai suatu kriminal biasa, sebab kekerasan ini sarat akan muatan kebencian yang berlapis, yang menyasar pada perempuan dan berhubungan erat terhadap gendernya, dan identitasnya seperti bangsa, ras, dan etnis.

“Pemerkosaan dan pembunuhan terhadap para perempuan di Ukraina, adalah kekejian yang digunakan oleh militer Rusia sebagai senjata perang untuk menunjukkan kekuasaannya,” ujarnya, Selasa (26/4/2022).

Baca Juga: Benny Benke Beri Kuliah Umum di UI

Tentara Rusia diketahui dengan dalih operasi militer khusus tidak saja melakukan pelanggaran hukum humaniter, secara sengaja mereka melakukan tindak pemerkosaan terhadap anak-anak, perempuan lansia bahkan pria Ukraina.

Penasihat Kepala Kantor Presiden Ukraina, Oleksiy Arestovych mendapati fakta banyaknya kasus pelecehan seksual dan pemerkosaan yang menimpa anak-anak, perempuan lansia hingga pria di wilayah yang sempat diduduki penjajah Rusia.

Baca Juga: Perang dan Damai

“Dengan setiap desa dan kota yang baru dibebaskan di Ukraina, para pembela hak asasi manusia dan petugas penegak hukum mempelajari semakin banyak kasus pemerkosaan terhadap warga sipil. Dan bukan hanya wanita. Pemerkosaan telah menjadi ciri khas penjajah Rusia,” tuturnya seperti dikutip dari Time.

Banyak kasus pemerkosaan tidak diketahui karena para korban mengalami trauma dan tidak kuasa membicarakannya, kata Jaksa Agung Ukraina Iryna Venediktova, “Dan ini bisa dimengerti: ketakutan, kesakitan, keputusasaan, ketidakpercayaan total terhadap semua.”

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kebijakan Satu Peta Percepat Pemulihan Ekonomi

Rabu, 5 Oktober 2022 | 21:36 WIB

KIB Bisa Majukan Capres dari Hasil Konvensi

Rabu, 5 Oktober 2022 | 19:53 WIB

SSI: Prabowo Tinggal Tunggu Lawan di Pilpres 2024

Rabu, 5 Oktober 2022 | 14:08 WIB
X