DR. Saraswati Putri; Pembunuhan Perempuan Ukraina oleh militer Rusia, Kejahatan Perang

- Rabu, 27 April 2022 | 11:05 WIB
DR. Saraswati Putri (Istimewa)
DR. Saraswati Putri (Istimewa)

Lyudmyla Leontiyivna Denisova, politisi Ukraina kelahiran Rusia dan mantan Menteri Tenaga Kerja dan Kebijakan Sosial menyatakan peristiwa pemerkosaan secara sistematis yang dilakukan tentara Rusia menyatakan 12 wanita telah setuju untuk secara terbuka mengatakan bahwa mereka hamil karena pemerkosaan oleh penjajah.

Baca Juga: Rusia, Ukraina, AS dan NATO; Siapa Pandawa, Siapa Kurawa?

Meski demikian, lanjut pejabat tinggi Hak Asasi Manusia Ukraina tersebut, hingga saat ini tidak diketahui berapa banyak wanita yang dipaksa untuk hamil sejak awal perang skala penuh Rusia melawan Ukraina. Terutama karena banyak dari korban sekarang sudah mati, dan tubuh mereka mungkin masih berada di wilayah pendudukan, dan polisi Ukraina belum mengetahui kejahatan ini.

Pihak berwenang Ukraina saat ini berusaha menginventariasi kejahatan seksual penjajah bekerja sama dengan organisasi hak asasi manusia setempat maupun internasional. Diketahui tindakan pemerkosaan oleh tentara Rusia terhadap warga sipil marak dilakukan ketika mereka secara strategis telah kalah dan menyadari akan ditarik mundur.

Bukti-bukti pemerkosaan oleh tentara Rusia telah muncul sejak pertengahan April di kota Bucha dan Irpin. Di kota Bucha, ditemukan gadis 14 tahun yang dinyatakan positif hamil, setelah diperkosa lima tentara Rusia yang memperkosa dirinya secara bergiliran.

Baca Juga: Putin, Biden dan Adzan

Kebrutalan tentara utusan Presiden Vladimir Putin itu tidak berhenti di situ, laporan lain menyebutkan anak laki-laki berusia 11 tahun pun jadi korban perkosaan. Saat korban diperkosa ibunya dipaksa untuk menonton sambil duduk di kursi dengan tangan terikat.

Satu laporan lagi, tiga tentara Rusia memperkosa wanita usia 20 tahun di Irpin. Ada juga janda dua anak diperkosa dan dibunuh. Perilaku tentara Rusia makin menjijikan ketika insiden perkosaan direkam dalam video dan dibagian sesama mereka yang kemudian bocor ke media sosial.

Sederet dugaan pemerkosaan oleh tentara Rusia di Ukraina dibahas dalam sesi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (11/4/2022). Sesi ini menghadirkan perwakilan Entitas PBB untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan (UN Women), organisasai hak asasi manusia La Strada Ukraina, serta perwakilan Dana Anak PBB (UNICEF).

Direktur Eksekutif UN Women Sima Bahous menyebut pihaknya menerima berbagai laporan pemerkosaan dan kekerasan seksual terhadap perempuan di Ukraina harus diinvestigasi secara independen dan pengadilan terhadapnya ditegakkan.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pencapresan KIB Pengaruhi Peta Politik Nasional

Rabu, 7 Desember 2022 | 20:33 WIB

Bank Hana Bantu Korban Gempa Cianjur

Rabu, 7 Desember 2022 | 19:00 WIB
X