Atas Nama Kemanusiaan, LMK Pelari Nusantara, Distribusikan Royalty Musik.

- Kamis, 28 April 2022 | 06:44 WIB
Fariz RM secara simbolis menerima royalty musik dari LMK Pelari Nusantara yang diserahkan Sandec Sahetapy. (Benny Benke)
Fariz RM secara simbolis menerima royalty musik dari LMK Pelari Nusantara yang diserahkan Sandec Sahetapy. (Benny Benke)

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com,- Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah yang jatuh pada Senin, 2 Mei 2022, berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal, LMK Pelari Nusantara melakukan Pendistribusian Royalty Musik.

Total terdapat 200an lebih pencipta lagu, dengan total rupiah sebesar Rp350 jutaan, royalty musik yang didistribusikan oleh LMK Pelari Nusantara. Dengan tiga (3) besar peraih royalty musik adalah pencipta lagu Fariz RM yang mendapatkan Rp13.500.000-, Franky Sahilatua  (Rp 11 juta) dan Keenan Nasution (Rp 11 juta).

Sedangkan sisanya, rerata mendapatkan angka di bawah itu, sampai angka sejutaan rupiah. Pendistribusian royalty musik ini, sebagaimana dijelaskan Ketua LMK Pelari Nusantara Sandec Sahetapy berangkat dari rasa kemanusiaan belaka.

Baca Juga: Benny Benke Beri Kuliah Umum di UI

"Sebenarnya belum masuk dalam agenda pembagian royalty musik. Apalagi belum lama ini Pelari Nusantara sudah melakukan distribusi royalty musik lewat jalur Royalty Unclaimed," kata Sandec Sahetapy di hotel Jambrut, Kramat, Jakarta Pusat, Rabu (27/4/2022) petang.

Tapi, imbuh Sandec Sahetapy, atas nama kemanusiaan, karena dalam waktu dekat ini akan datang Hari Raya Lebaran, maka pihaknya berinisiatif memberikan sedikit rejeki kepada sejumlah pencipta lagu yang bernaung di LMK Pelari. "Jangan dilihat jumlahnya, tapi azaz fairness-nya. Karena kita ingin memanusiakan anggota LMK Pelari, yang notabene para pencipta lagu selama ini kurang mendapatkan perhatian sepantasnya," imbuh Sandec Sahetapy.

Baca Juga: Novel Mari Menari Karya Benny Benke Diterbitkan Relasi Inti Media

Berikhtiar menempatkan marwah pencipta lagu pada aras yang sepatutnya itulah, Sandec mempercepat pembagian atau pendistribusian royalty musik.

"Saya dianggap racun dan virus oleh semua orang. Karena berlari dengan cepat. Saya hanya berlari dengan cepat, demi kesejahteraan pencipta lagu. Hitam saya bilang hitam, putih saya bilang putih, asal tidak abu-abu,  sehingga LMK Pelari Nusantara bisa mendapatkan royalti untuk pertama kali. Sekaligus melakukan kebijaksanaan distribusi, atau royalti yang dipercepat," kata Sandec   Sahetapy.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ramalan Cuaca Jabodetabek pada Jumat, 3 Februari 2023

Kamis, 2 Februari 2023 | 16:43 WIB
X