BMKG Terapkan Paradigma Preventive Maintenance Sistem Peringatan Dini

- Rabu, 18 Mei 2022 | 10:51 WIB
Tak Ingin Kecolongan, BMKG Terapkan Paradigma Preventive Maintenance Sistem Peringatan Dini (Istimewa)
Tak Ingin Kecolongan, BMKG Terapkan Paradigma Preventive Maintenance Sistem Peringatan Dini (Istimewa)

YOGYAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com, - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengatakan bahwa BMKG menerapkan paradigma “Preventive Maintenance” dalam menjaga kualitas produk data dan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika. Langkah ini dilakukan karena BMKG tidak ingin “kecolongan” dengan kejadian bencana alam.

“Tidak hanya penambahan instrumen alat saja, namun pemeliharaan seluruh peralatan operasional juga menjadi prioritas utama BMKG, terutama yang berkaitan dengan sistem peringatan dini,” ungkap Dwikorita dalam acara Koordinasi dan Evaluasi Tahap I Pemeliharaan Mandiri Jaringan Seismograf Ina-TEWS di Santika Premiere Yogyakarta, Senin (16/5/2022).

“Jangan sampai alat rusak baru diperbaiki. Perawatan, pengecekan, kalibrasi terus dilakukan secara berkala untuk mencegah terjadinya kerusakan dan memastikan peralatan berfungsi dengan prima, mengingat operasional BMKG sangat bergantung pada alat,” tambahnya.

Baca Juga: Pulang

Dwikorita menyebut paradigma tersebut untuk memastikan bahwa produk data dan informasi yang dihasilkan BMKG tidak hanya cepat, namun juga tepat dan akurat. BMKG sendiri, kata dia, bertekad menjadi institusi kelas dunia pada tahun 2024. Target tersebut merupakan upaya BMKG menyikapi cepatnya perubahan yang terjadi di dunia dan menghadapi persaingan global. Apalagi fenomena cuaca, iklim, dan tektonik seperti kegempaan dan tsunami makin kompleks dan meningkat frekuensi kejadiannya.

Dwikorita mengatakan, agar mampu terus survive dalam menghadapi dinamika dan anomali berbagai fenomena tersebut, sekaligus memenangi persaingan global, BMKG harus terus berupaya keras meningkatkan kemampuan belajar, beradaptasi dengan perubahan lingkungan, membangun kompetensi, dan menguatkan daya berkompetisi, serta terus bersemangat untuk membangun sinergi, koneksitas, dan kolaborasi dengan seluruh pihak terkait.

Baca Juga: Pulang dan Doa

Tidak berhenti di situ, kata dia, BMKG juga terus berbenah dengan berupaya meningkatkan kapasitas teknologi untuk prediksi cuaca, perubahan iklim, pemanasan global, kebakaran hutan serta analisis gempabumi & tsunami.

Hal ini penting, mengingat data meteorologi, klimatologi, dan geofisika (MKG) yang dikeluarkan BMKG sangat diperlukan oleh berbagai stakeholders, sehingga kapasitas teknologi MKG harus terus di-upgrade guna meningkatkan kecepatan, ketepatan, dan akurasi data/informasi MKG.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemerintah Ajukan Kasasi Kasus KSP Indosurya

Minggu, 29 Januari 2023 | 18:28 WIB

Pos Indonesia Bantu Program ATM Beras

Sabtu, 28 Januari 2023 | 22:30 WIB
X