Fahri-Fadli Bela UAS Yang Dinyatakan Singapura Ekstremis, BNPT: Mereka Punya Internal Security Act (ISA)

- Rabu, 18 Mei 2022 | 16:30 WIB
Menanggapi kasus tersebut, Anggota DPR dari Fraksi Gerindra Fadli Zon lebih dulu menyoroti alasan Singapura menolak UAS. Dia menilai sikap Singapura terkesan memojokkan identitas UAS. (Screenshoot instagram/@fadlizon)
Menanggapi kasus tersebut, Anggota DPR dari Fraksi Gerindra Fadli Zon lebih dulu menyoroti alasan Singapura menolak UAS. Dia menilai sikap Singapura terkesan memojokkan identitas UAS. (Screenshoot instagram/@fadlizon)

Menurutnya, Singapura saat ini lebih unggul dari sisi pencegahan ancaman dan bentuk-betuk teror, sementara
Indonesia masih melakukan upaya preventif strike atau penegakan hukum terhadap ancaman teror.

"Singapura lebih hulu yakni "pre-emptive strike", yakni pencegahan terhadap potensi ancaman aksi yang disebabkan oleh pandangan, doktrin dan ideologi," jelasnya.

Nurwakhid menjelaskan bahwa Singapura punya landasan hukum bernama Internal Security Act (ISA) untuk melakukan hal itu.

Negara tersebut dapat melarang ideologi, pandangan dan pemahaman radikalisme yang mengarah pada aksi terorisme.***

Halaman:

Editor: Arief Sinaga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tumben, Tiket KA Nataru Sepi Peminat, Kurang Laris

Senin, 28 November 2022 | 22:42 WIB

Yudo Margono akan Gantikan Andika Perkasa

Senin, 28 November 2022 | 18:55 WIB

Emil dan Golkar Miliki Relasi Saling Melengkapi

Senin, 28 November 2022 | 18:14 WIB

Kajati DKI, Reda Manthovani Hijaukan Jakarta Selatan

Senin, 28 November 2022 | 16:27 WIB

Komisi I DPR Dukung RKUHP Segera Tuntas

Senin, 28 November 2022 | 15:21 WIB

DPR Pastikan Terus Dukung Kemajuan Alutsista TNI

Senin, 28 November 2022 | 13:37 WIB

Tommy Kruniawan Apresiasi Right Issue PT Adhi Karya

Senin, 28 November 2022 | 11:44 WIB

Kejar Kompetensi HSSE Via Inovasi HTCW 2022

Senin, 28 November 2022 | 09:48 WIB
X