Kontribusi Perguruan Tinggi Dibutuhkan Untuk Pasok Talenta Digital

- Jumat, 20 Mei 2022 | 12:01 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate berfoto bersama usai memberikan Keynote Speech dalam Program Digital Expert Talk ke-10 di Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Rabu (18/05/2022). - (AYH)
Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate berfoto bersama usai memberikan Keynote Speech dalam Program Digital Expert Talk ke-10 di Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Rabu (18/05/2022). - (AYH)

Jakarta, suaramerdeka-jakarta.com - Pemerintah berkomitmen menghadirkan konektivitas digital yang bermanfaat untuk masyarakat dengan mengadopsi Metaverse. Terkait dengan itu Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan kerja sama dan kontribusi dari dunia perguruan tinggi dalam menyiapkan kebutuhan talenta digital nasional sangat dibutuhkan.


“Untuk memastikan penggelaran infrastruktur digital yang merata di Indonesia dibutuhkan talenta digital Indonesia di semua tingkatan keahlian baik digital basic skills, digital intermediate skills, dan digital advance skills,” ujarnya usai menjadi pembicara kunci dalam Program Digital Expert Talk ke-10 di Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta, Rabu (18/05/2022).


UGM telah lama bekerja sama dalam mengisi dan menyiapkan program pengembangan kapasitas talenta digital khususnya di lingkungan perguruan tinggi. Untuk ini Menkominfo berterima kasih kepada jajaran di UGM yang telah memberikan kontribusi dan bekerjasama untuk mengisi kebutuhan talenta digital di Indonesia.

Baca Juga: Presidensi G20 Indonesia, Delegasi DEWG Bahas Tiga Isu Konektivitas Digital

Mengenai Digital Expert Talk yang mengangkat topik yang berkaitan dengan Metaverse, Menkominfo menilai adopsi teknologi baru itu telah dilakukan di banyak negara di dunia seperti Tiongkok, Korea Selatan, Barbados.


Namun, Menteri Johnny mengingatkan hal yang perlu diperhatikan tidak saja mengadopsi teknologi Metaverse, melainkan juga menyiapkan talenta digital untuk memberikan dukungan yang kuat.


“Di Indonesia pun demikian, suatu keniscayaan bahwa Indonesia harus menyiapkan pemanfaatan teknologi Metaverse, saat dimana kita di Indonesia juga menggelar secara masif infrastruktur hulu digital, baik fiber optik, backbone, fiber link, microwave link, maupun high troughput satellite dengan kapasitas yang besar, dan pembangunan Base Transceiver Station yang dibangun di wilayah 3T dan non3T untuk menghadirkan internet di seluruh desa dan kelurahan di Indonesia,” tuturnya.

Baca Juga: Siapkan SDM Digital Unggul dan Berdaya Saing, Kominfo Sediakan Pelatihan dan Beasiswa
Dengan ketersediaan infrastruktur TIK yang lebih memadai, Menkominfo berharap ruang-ruang digital khususnya ekonomi digital harus dimanfaatkan dan digunakan secara maksimal dan optimal.


Menurut Menteri Johnny, adopsi teknologi Metaverse tengah berlangsung di Asia Tenggara seperti Vietnam, Singapura dan Thailand yang telah melakukan persiapan pengembangan. Di Indonesia juga telah dilakukan persiapan, termasuk sektor privat.


Ia menegaskan perkembangan dunia digital harus sejalan dengan regulasi di Indonesia, bahkan termasuk sejalan dengan etika dan moral, tidak menabrak nilai-nilai kultural dan nilai-nilai religiusitas.

Halaman:

Editor: Fauzan Jazadi

Sumber: Biro Humas Kementerian Kominfo

Tags

Terkini

Tragedi Kanjuruhan Jangan Sampai Terulang

Selasa, 4 Oktober 2022 | 13:59 WIB
X