Kebangkitan Nasional sebagai Kolektif Bangsa untuk Perkuat Persatuan Bangsa

- Jumat, 20 Mei 2022 | 18:18 WIB
Direktur Perfilman, Musik dan Media Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Ahmad Mahendra dalam jumpa pers Menuju Bulan Kebangkitan 2022 di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta pada Jumat, 20 Mei 2022 (SM/Prajtna Lydiasari)
Direktur Perfilman, Musik dan Media Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Ahmad Mahendra dalam jumpa pers Menuju Bulan Kebangkitan 2022 di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta pada Jumat, 20 Mei 2022 (SM/Prajtna Lydiasari)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Seratus empat belas tahun lalu, perhimpunan Boedi Oetomo meletakkan dasar-dasar kebangkitan nasional bagi bangsa Indonesia. Semangat Boedi Oetomo masih relevan untuk kita kontekstualisasikan pada kehidupan berbangsa saat ini.

"Kita patut memaknai kebangkitan nasional sebagai upaya kolektif bangsa untuk memperkuat persatuan bangsa," ujar Direktur Perfilman, Musik dan Media Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Ahmad Mahendra dalam jumpa pers Menuju Bulan Kebangkitan 2022 di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta pada Jumat, 20 Mei 2022.

Pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) tahun ini, mengangkat tema 'Ayo Bangkit Bersama' yang bertujuan untuk terus memelihara, menumbuhkan dan menguatkan semangat gotong royong kita sebagai landasan dasar dalam melaksanakan pembangunan serta untuk mempercepat pulihnya bangsa kita dari pandemi Covid-19.

"Saya pribadi siap memfasilitasi karya, ide dan sebagainya demi memaknai kreasi. Rasa Nasionalisme itu, kelokalan harus kita maknai untuk karya-karya ke depan dan kemajuan bangsa," tuturnya.

Peringatan Harkitnas tahun ini, Museum Kebangkitan Nasional mengambil peran sebagai inisiator bagi perubahan dengan meningkatkan berbagai aktivitas dalam rangka menumbuhkan semangat, rasa kebangsaan serta kebersamaan yang dilakukan dengan berbagai bentuk kreativitas dan pelayanan edukasi kepada masyarakat luas.

"Pemerintah tugasnya memfasilitasi skema-skema pemuda untuk kemajuan bangsa. Kita mendengar fasilitator generasi muda, kita yakin peran pemuda. Ruang publik menjadi penting untuk kreativitas," terangnya.

Selain itu, Museum Kebangkitan Nasional ingin mewujudkan sebagai 'Rumah Kebangkitan' bagi masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Oleh karena itu, dalam kegiatan Bulan Kebangkitan mengangkat tema Ma[s]sa Bangkit.

"Tema tersebut diselenggarakan sebagai manifestasi peran terbaik bagi segenap lapisan masyarakat untuk ikut andil bangkit demi perubahan lebih baik bagi bangsa Indonesia," tambahnya.***

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Pencapresan Baru Sebatas Manuver Cek Respon Publik

Kamis, 11 Agustus 2022 | 00:35 WIB

Relawan Laporkan Perusakan Baliho Puan

Rabu, 10 Agustus 2022 | 21:04 WIB

Elektabilitas Prabowo Subianto Tembus 30 Persen

Rabu, 10 Agustus 2022 | 19:22 WIB
X