Puan Maharani Dinilai Merakyat dan Sarat Jiwa Kepemimpinan

- Sabtu, 21 Mei 2022 | 13:54 WIB
Puan Maharani dinilai merakyat dan mewarisi jiwa kepemimpinan dari kakek, bapak dan ibunya. (Foto : IG/@puanmaharaniri)
Puan Maharani dinilai merakyat dan mewarisi jiwa kepemimpinan dari kakek, bapak dan ibunya. (Foto : IG/@puanmaharaniri)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com – Ketua DPR RI Puan Maharani dinilai sebagai figur yang dekat dengan rakyat dan sarat dengan jiwa kepemimpinan.

Hal ini diungkapkan anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Nasyirul Falah Amru atau yang akrab disapa Gus Falah saat dimintai pendapat terkait sosok seorang Puan Maharani.

Menurut dia, nuansa kepemimpinan itulah yang telah membentuk pribadi seorang Puan. Gus Falah berpandangan, jiwa kepemimpinan sudah ada sejak lama dalam diri putri Megawati Soekarnoputri tersebut.

“Pertama, Mbak Puan ini kalau kita lihat secara khusus ya, kakeknya itu presiden, Ibunya Presiden, dalam pribadinya Mbak Puan pasti yang namanya jiwa kepemimpinan itu sudah mengalir, bapaknya Ketua MPR RI. Dalam jiwa dan raganya beliau pasti sudah netes yang namanya jiwa kepemimpinan,” kata Gus Falah, Sabtu (21/5/22).

Baca Juga: Peringati 24 Tahun Reformasi, Puan Maharani Kenang Kesibukan di Dapur Umum

Beberapa waktu lalu, Puan mengungkap karir politiknya tak mudah. Meski mengamini ada anggapan bahwa perjalanan hidupnya mulus karena cucu seorang proklamator, tapi dia menegaskan bahwa ‘tak ada pencapaian tanpa kerja keras’.

Gus Falah menambahkan, jiwa kepemimpinan dalam diri Puan tentu juga sudah diasah sedemikian rupa. Pasalnya, ketika masih muda dia senantiasa mengikuti ibu dan bapaknya untuk belajar bagaimana cara memimpin sebuah organisasi politik yang besar.

Sebagai orang kerap bersama Puan turun ke daerah, Gus Falah mengatakan jika Ketua DPP PDI Perjuangan itu merupakan adalah tipikal orang yang gemar turun ke bawah.

“Beliau turun di dapilnya Solo Raya yang mana itu adalah bagian dari salah satu pusat kekuasaan Jawa, beliau bisa memenangkan pertempuran. Ketika memimpin untuk pertempuran Pilgub Jateng beliau yang langsung sebagai komandan lapangan. Terasah kembali ketika beliau menjadi ketua fraksi, jadi menteri, Menko lagi, kemudian jadi Ketua DPR RI,” beber Gus Falah.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

PPP DKI Jakarta Apresiasi Penutupan Holywings

Rabu, 29 Juni 2022 | 20:01 WIB

Kapolri Gelar Festival Nusantara Gemilang

Rabu, 29 Juni 2022 | 09:23 WIB

Pilkades Serentak Harus Terapkan Prokes

Selasa, 28 Juni 2022 | 17:18 WIB
X