Wina Armada Sukardi; Tidak Ada Permen dalam FFWI.

- Minggu, 22 Mei 2022 | 10:34 WIB
Ketua Panitia FFWI, Wina Armada Sukardi, t (Benny Benke)
Ketua Panitia FFWI, Wina Armada Sukardi, t (Benny Benke)

JAKARTA, Jakarta. Suaramerdeka.com,- Ketua Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) Wina Armada Sukardi dengan tenang mengatakan tudingan Akhlis Suryapati, yang menilai FFWI yang mendapatkan dukungan penuh dari Direktorat Perfilman Musik dan Media (PMM) Kemendikbudristek RI, adalah sebentuk "suap" terselebung atau pemberian mainan baru, agar wartawan "anteng' atas gelaran Festival Film Indonesia (FFI) adalah ngawur sama sekali.

"Nampaknya banyak yang tidak faham, FFWI hadir bukan untuk meredam daya kritis para wartawan film dan kebudayaan, termasuk terhadap FFI sekalipun. Tak ada hubungan FFWI dengan kewajiban apapun untuk menghilangkan atau mengurangi daya kritis wartawan film dan kebudayaan, termasuk kepada FFI," kata Wina Armada Sukardi di Jakarta, Minggu (22/5/2022).

Sebelumnya, Akhlis Suryapati yang juga Ketua Sinematek Indonesia
menulis dalam opininya berjudul; KKN di Sela PEN Subsektor Film https://jakarta.suaramerdeka.com/opini/pr-1343432198/kkn-di-sela-pen-subsektor-film, menilai wartawan sudah kehilangan daya kritis kepada FFI karena sudah diberikan "permen" bernama FFWI.

Baca Juga: Kuliah Umum Benny Benke di Fakultas Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia Berlangsung Hangat

“Contoh saja nih. Sempat wartawan mengkritik bahwa FFI (Festival Film Indonesia) kualitasnya merosot, amburadul, tak punya marwah, tanpa gaung, dan sebagainya. Sebentar berikutnya, mendadak FFI tidak masalah, bagus-bagus saja, bahkan sukses-istimewa. Apakah FFI-nya yang berubah dari sebelumnya? Bukan, saudara-saudara! Melainkan karena ada permen bermerek festival film wartawan.”

Wina Armada Sukardi justru menilai tudingan Akhlis Suryapati, justru makin membuat FFWI tetap kritis kepada FFI.

"Justeru kehadiran FFWI membuat wartawan film dan kebudayaan semakin kritis. Melihat realitas yang ada, dalam konteks apapun yang terkait. PEN dan potensi penyelewengannya. Wartawan juga tetap menyoroti peran dan kedudukan BPI yang tak jelas. Juga jika ada problem terhadap FFI. Jadi, tak ada satu pun kewajiban wartawan untuk tidak boleh kritis lagi termasuk kepada FFI," kata Wina Armada Sukardi.

Baca Juga: Benny Benke Beri Kuliah Umum di UI

Wina menambahkan, meski demikian, wartawan film dan kebudayaan juga tidak harus membabi buta “menghajar” sesuatu, termasuk terhadap FFI.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

HT Pimpin Konsolidasi & Bimtek Partai Perindo

Jumat, 9 Desember 2022 | 10:46 WIB

Pengesahan RKUHP Meresahkan Kalangan Pers

Jumat, 9 Desember 2022 | 10:22 WIB

KUHP Tidak Berlaku untuk Kegiatan Kemerdekaan Pers

Jumat, 9 Desember 2022 | 09:37 WIB
X