Mafia Tanah Masih Ada, Dituding Libatkan Aparat, Lakukan Pengosongan Paksa

- Senin, 30 Mei 2022 | 06:45 WIB
pengosongan paksa dilakukan oleh pihak pemilik rumah dan tanah Yohanes Bachtyar Tedjanegara didampingi Kuasa Hukum dari Assegaf & Partners dan aparat kepolisian Polresta Bogor, Sabtu (28/5/2022). (Istimewa)
pengosongan paksa dilakukan oleh pihak pemilik rumah dan tanah Yohanes Bachtyar Tedjanegara didampingi Kuasa Hukum dari Assegaf & Partners dan aparat kepolisian Polresta Bogor, Sabtu (28/5/2022). (Istimewa)

BOGOR, Jakarta.Suaramerdeka.com,- Setelah 7 tahun menempati rumah di Jalan Dadali 8A, akhirnya Bambang sekeluarga yang diperintahkan Hamdi harus angkat kaki dari rumah itu, setelah pengosongan paksa dilakukan oleh pihak pemilik rumah dan tanah Yohanes Bachtyar Tedjanegara didampingi Kuasa Hukum dari Assegaf & Partners dan aparat kepolisian Polresta Bogor, Sabtu (28/5/2022).

Kuasa hukum, Fahmi Assegaf, S.H.,M.H. menjelaskan perampasan dan pendudukan rumah di atas tanah seluas 948 meter2 bersertifikat Hak Milik No. 78/di Tanah Sereal nama Yohanes Bachtyar Tedjanegara sedang menunggu proses hukum lebih lanjut.

"Laporan tersebut sudah sampai tahap P19 dan namun belum juga P21 dilimpahkan kepada Kejaksaan Negeri Bogor. Tanah telah diduduki dari 2015 oleh pihak yang tidak berhak bernama Bambang Sujarwadi beserta keluarganya atas perintah dari Muhammad Hamdi yang mengaku bahwa tanah tersebut adalah miliknya," jelasnya sebagaimana rilis yang diterima Jakarta.Suaramerdeka.com

Baca Juga: Kuliah Umum Benny Benke di Fakultas Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia Berlangsung Hangat

“Padahal orang yang saat ini merampas dan tinggal di rumah itu tidak memiliki surat-surat yang membuktikan haknya atas rumah dan tanah tersebut,” jelas Fahmi Assegaf.

Petugas Urip Agustina dari Polsek Tanah Sereal, Kota Bogor saat mendampingi pengosongan paksa tersebut menjelaskan sebetulnya orang suruhan mafia tanah yang menempati rumah tersebut seharus menyadari posisi hukumnya yang sudah jadi tersangka dalam kasus tersebut.

"Inikan sudah P-19 artinya tinggal tunggu proses P-21. Pak Bambang dan Pak Hamdi juga sudah jadi tersangka, seharusnya mereka kooperatif keluar dari rumah ini," demikian ujarnya.

Pengosongan rumah dan tanah juga dihadiri pihak RT, RW dan pihak kelurahan setempat dengan membuka paksa 3 gerbang pagar yang digembok.

Baca Juga: Benny Benke Beri Kuliah Umum di UI

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemilu 2024 Harus Sesuai Harapan Publik

Jumat, 2 Desember 2022 | 18:11 WIB

Mahasiswa Apoteker dan UTA '45 Serukan Boikot PN UKAI

Kamis, 1 Desember 2022 | 22:05 WIB
X