Gerakan Bersih Sungai Ciliwung Perkuat Kolaborasi Aksi Lingkungan

- Sabtu, 4 Juni 2022 | 19:47 WIB
Gerakan Aksi Bersih Sungai Ciliwung yang diselenggarkan pada Sabtu (4/6). Ist
Gerakan Aksi Bersih Sungai Ciliwung yang diselenggarkan pada Sabtu (4/6). Ist

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan dengan mengajak masyarakat untuk terjun membersihkan Sungai Ciliwung lewat kegiatan "Gerakan Aksi Bersih Sungai Ciliwung".

Aksi ini dilakukan secara serempak di enam lokasi yang mewakili hulu dan hilir, yaitu Pasar Cisarua, Kab. Bogor; Katulampa dan Sempur, Kota Bogor; Jembatan Panus dan kolong tol Cijago, Kota Depok; serta Pasar Minggu dan Srengseng Sawah, DKI Jakarta pada Sabtu (4/6).

Hal ini merupakan rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni. Kegiatan ini diselenggarakan bertujuan untuk memperkuat aksi solidaritas dan kolaborasi aksi lingkungan, khususnya pelestarian lingkungan sungai dan perlindungan dan pengelolaan mutu air.

Gerakan ini merupakan agenda yang rutin KLHK dengan menggandeng komunitas pecinta sungai, yang telah menghasilkan Program Patroli Sungai bertujuan mengedukasi dan melakukan monitoring pengumpulan sampah di sepanjang sungai.

Program ini sejalan semangat tema nasional “Satu Bumi untuk Masa Depan” yang telah ditetapkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Tema ini menekankan solidaritas dan kolaborasi aksi lingkungan yang merupakan modalitas untuk mewujudkan keberlanjuan pengelolaan lingkungan.

"Gerakan Aksi Bersih Sungai Ciliwung hari ini bertujuan untuk mengajak seluruh elemen masyarakat terlibat dalam perbaikan kualitas lingkungan khususnya kualitas air sungai. Keterlibatan tersebut agar menyadarkan masyarakat dan merubah mindset masyarakat untuk lebih peduli pada lingkungan," Direktur Pengendalian Pencemaran Air, Nety Widayati, mewakili Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian LHK, Sigit Reliantoro.

Dipilihnya Ciliwung karena merupakan salah satu Daerah Aliran Sungai Prioritas Nasional yang menjadi ikon Ibu Kota Jakarta. Namun masih memiliki masalah utama yaitu timbunan sampah dari aktivitas pembuangan dari masyarakat di hulu sampai hilir. Pertimbangan lain, sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya dari seluruh Komunitas Pecinta Sungai yang telah secara konsisten menjaga dan melestarikan Sungai Ciliwung.

Pembersihan yang dilakukan oleh seluruh pesera di 6 wilayah meliputi 4,1 km sepanjang bantaran sungai dan sepanjang 35 km di permukaan sungai. Dari aksi ini berhasil menghimpun 907 orang peserta dan total sampah yang dikumpulkan sebanyak 5.189 kg yang terdiri dari sampah organik dan non-organik.

Sampah non-organik di Sungai Ciliwung masih didominasi oleh sampah kemasan sekali pakai, popok sekali pakai, dan kain. Sampah yang dikumpulkan lebih lanjut akan diangkut dan dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup di lokasi masing-masing.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Mahasiswa Apoteker dan UTA '45 Serukan Boikot PN UKAI

Kamis, 1 Desember 2022 | 22:05 WIB

Data Berbasis Desa Penting untuk Pembangunan Daerah

Kamis, 1 Desember 2022 | 19:16 WIB

KLHK Raih Peringkat Pertama SDGs Action Awards 2022

Kamis, 1 Desember 2022 | 16:36 WIB
X