Intip Profil Polisi Indonesia Lulusan Akademi FBI

Arif Muhammad Iqbal
- Jumat, 10 Juni 2022 | 22:29 WIB

Jakarta, suaramerdeka-jakarta.com - Malvino Edward Yusticia Sitohang menjadi satu dari 254 polisi yang merayakan kelulusan Akademi Nasional FBI Amerika Serikat, Kamis (9/6/22) waktu setempat. Anggota Polri berpangkat Komisaris Polisi (Kompol) tersebut, diketahui merupakan Kepala Unit Kejahatan Terorganisir Subdit Kejahatan Antar Wilayah, Bareskrim Mabes Polri.

FBI National Academy Session 282 mencatat Malvino sebagai satu-satunya peserta didik yang mewakili Kepolisian Indonesia.

FBI National Academy Session 282 pada tahun ini sudah diikuti kembali oleh perwakilan berbagai negara. Kami meyakini bahwa anda semua merupakan perwakilan terbaik dari negara anda,” ucap Director FBI Christopher Wray, dikutip dari siaran langsung FBI National Academy melalui kanal Youtube resminya.

Pendidikan ini juga, lanjut Wray, diharapkan mampu mengatasi permasalahan keamanan yang khas di negara masing-masing.

“Tentu saja tidak menutup kemungkinan kedepan ada kerja sama jika ancaman keamanan itu terjadi secara lintas negara,” jelasnya.

Berdasarkan penelusuran Tim Media, kiprah Malvino Sitohang di kepolisian tercatat baik dalam menangani kejahatan internasional, khususnya dalam bidang pemberantasan narkoba. Bahkan, ia pernah mendapatkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) dari AKP ke Kompol, sebagai penghargaan dalam pengungkapan narkoba jenis sabu sebanyak 1 Ton jaringan China - Taiwan pada Tahun 2017.

Prestasi yang sudah diraih alumni Akpol 2006 ini terus berlanjut, tercatat beberapa kejahatan narkoba berskala internasional terus diungkap Tim Khusus yang didalamnya terdapat Malvino. Seperti, pengungkapan narkoba jenis sabu sebanyak 800 kg di Banten pada Tahun 2020, sabu sebanyak 200 kg di Petamburan, Jakarta Pusat pada tahun 2020. Bahkan, saat ia tengah menjalani pendidikan Sespimmen Polri, ia tetap berdedikasi mengungkap penyelundupan sabu sebanyak 1,2 ton di Aceh pada bulan April 2021.

Ayah dari 3 putrinya ini menyelesaikan pendidikan S2 di bidang Strategic Studies di Victoria University of Wellington, New Zealand. Selain pengungkapan kejahatan narkoba, ia juga pernah mengungkap kasus penipuan yang dilakukan sindikat China - Taiwan yang modusnya dilakukan dengan kedok Aparat Penegak Hukum. Para korban menderita kerugian ratusan miliar rupiah.

“Betul, saya mengikuti FBI National Academy selama 3 bulan yang berlokasi di Pusat Pendidikan FBI yang berada di Quantico, Virginia, Amerika Serikat,” balas Malvino kepada media melalui pesan aplikasi.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Lagi, Sido Muncul Bantu Cianjur

Selasa, 6 Desember 2022 | 06:33 WIB

Perpusnas Sejahterakan Masyarakat

Senin, 5 Desember 2022 | 15:46 WIB
X