FENIX360 Siap Mengadu Peruntungan Di Indonesia

- Sabtu, 11 Juni 2022 | 07:56 WIB
Allan Klepfisz dan Sandy Monteiro memperkenalkan secara resmi aplikasinya di Jakarta. (Benny Benke)
Allan Klepfisz dan Sandy Monteiro memperkenalkan secara resmi aplikasinya di Jakarta. (Benny Benke)

 

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com,- FENIX360, aplikasi media sosial artis-sentris, yang dirancang untuk memungkinkan artis dan kreator memiliki peluang lebih besar dalam mengoptimalkan pendapatan atas hasil karya siap dirilis di Indonesia.

Aplikasi yang didaku demi mensejahterakan musisi, pencipta lagu dan seniman lainnya ini, didaku dibuat dengan menjunjung tinggi azaz keadilan. Sehingga, kekhawatiran para pencipta lagu, komposer musik, musisi, aktor dan konten kreator independen di Indonesia tentang sulitnya mendapatkan pendapatan optimal atas karya-karya mereka, terjawab dengan kehadiran aplikasi FENIX360.

Sebagaimana dijelaskan Allan Klepfisz, CEO FENIX360, aplikasi ini diharapkan dapat mendukung dan memfasilitasi serta memberikan apresiasi tinggi bagi para musisi, aktor dan konten kreator dalam berkarya.

Baca Juga: Penerimaan; Kepada Ridwan Kamil dan Atalia Praratya

"Dengan aplikasi yang gratis ini, semua orang dapat menggali potensi yang belum dimanfaatkan sepenuhnya untuk meningkatkan pendapatan mereka,” ujar Klepfisz di Vin+ Kemang, Jakarta, Jumat (10/6/2022).

Dia menambahkan, perusahaannya yang berbasis di Singapura, dibuat untuk mendukung penjualan semua hasil karya melalui pengalaman baru dalam menghasilkan uang.

Dengan teknologi blockchain, FENIX360 diklaim akan mengubah bisnis tradisional yang menyulitkan pencipta mendapatkan hasil maksimal atas karyanya. Dengan dukungan ekosistem dan pengalaman yang memberikan peluang agar pelaku seni atau pencipta sebuah karya mendapatkan bagian lebih besar dari penjualan karya-karya mereka, tanpa perlu melibatkan pihak ketiga. 

Baca Juga: Che dan Borobudur

"Pelaku seni akan mendapatkan bagi hasil atas iklan yang masuk sebesar 80 persen, bahkan bisa mendapatkan 95 persen atas transaksi non-fungible token (NFT), merchandise, tiket pertunjukan, serta hasil livestream. Sedangkan kami sebagai pengelola hanya mendapatkan 20 persen. Dan itu sudah lebih dari cukup bagi kami," imbuh Klepfisz.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Puan Dinilai Capres yang Kuat

Jumat, 12 Agustus 2022 | 22:37 WIB

Miliki Pandangan Sama, PSI Potensial Gabung KIB?

Jumat, 12 Agustus 2022 | 19:52 WIB

DPR Siap Selenggarakan Sidang Tahunan

Jumat, 12 Agustus 2022 | 18:36 WIB

Ronny Talapessy Kuasa Hukum Baru Bharada E

Jumat, 12 Agustus 2022 | 14:00 WIB

Teater Impian Dream Theater

Jumat, 12 Agustus 2022 | 11:51 WIB
X