Subvarian Omicron Terdeteksi, Pemerintah Imbau Masyarakat Tetap Waspada

- Senin, 13 Juni 2022 | 20:56 WIB

JAKARTA, jakarta.suaramerdeka.com  -Pemerintah terus mengamati munculnya kasus Covid-19 subvarian Omicron baru yaitu BA.4 dan BA.5 di Tanah Air. Meskipun kasus positif masih terkendali, Presiden Joko Widodo mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam menghadapi subvarian baru virus tersebut.

Demikian disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam keterangannya di Kantor Presiden, Jakarta, usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden pada Senin, 13 Juni 2022.

"Bapak Presiden memberikan arahan ke kami bahwa lebih baik kita waspada, lebih baik kita hati-hati, karena kewaspadaan kita, konservatifnya kita, kehati-hatian kita sudah memberikan hasil bahwa kondisi penanganan pandemi di Indonesia termasuk yang relatif baik dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia," ucap Menkes.

Menkes mengatakan bahwa Omicron subvarian BA.4 dan BA.5 menyebabkan kenaikan kasus di berbagai negara. Namun, varian tersebut memiliki tingkat kenaikan kasus, hospitalisasi, dan angka kematian yang jauh lebih rendah dibandingkan varian Omicron awal.

Baca Juga: Menkes Budi Gunadi Sadikin: Muncul Subvarian Virus Corona Baru dari Covid-19 yakni BA.4 dan BA.5

"Kasus hospitalisasinya juga 1/3 dari kasus hospitalisasi Delta dan Omicron, sedangkan kasus kematiannya 1/10 dari kasus kematian di Delta dan Omicron," jelas Menkes seperti dikutip dari siaran pers Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Selanjutnya, Budi mengonfirmasi bahwa terdapat 8 kasus Omicron subvarian terbaru di Indonesia. Dari 8 orang yang tertular BA.4 dan BA.5 tersebut, hanya 1 orang yang bergejala sedang dan belum mendapatkan vaksinasi booster. Sementara itu, 7 pasien lainnya sudah mendapatkan vaksinasi _booster_ dan semua tanpa gejala atau bergejala ringan.

Menkes menambahkan, berdasarkan indikator transmisi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kondisi Covid-19 di Indonesia masih relatif baik dibandingkan negara lainnya. Standar WHO untuk kasus konfirmasi level 1 adalah maksimal 20 kasus per minggu per 100 ribu penduduk, sementara Indonesia masih ada di angka 1 kasus per minggu per 100 ribu penduduk.

Baca Juga: Aturan klaim pasien Covid-19 berlaku surut, Menkes bikin RS Swasta kelojotan

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KTT G20: Pemerintah Pastikan Logistik dan Akomodasi Aman

Selasa, 27 September 2022 | 21:26 WIB

Golkar Bangun Kedekatan dengan Pemilih Muda Sejak Lama

Selasa, 27 September 2022 | 20:05 WIB

Antisipasi Potensi Benturan di Antara Desa Wisata

Selasa, 27 September 2022 | 16:06 WIB

Realisasi BLT BBM Hampir Rampung

Selasa, 27 September 2022 | 12:57 WIB
X